hiburan

Jejak Lama Muncul dari Kriyan: Panel Batu Berukir Membuka Kembali Tabir Kerajaan Kalinyamat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB
Temuan penelitian arkeologi untuk mengungkap jejak Kerajaan Kalinyamat (Istimewa for Pantura Network)

Dalam buku Ratu Kalinyamat: Sejarah atau Mitos? yang diterbitkan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Masjid Mantingan disebut sebagai salah satu peninggalan arkeologi penting dari masa Ratu Kalinyamat.

Masjid tersebut diketahui berdiri pada 1559 Masehi dan menjadi salah satu bukti perkembangan kehidupan Islam serta seni bangunan di Jepara pada abad ke-16.  

Baca Juga: PAUD EMAS Segera Hadir di Jateng, Libatkan Masyarakat dan Angkat Budaya Lokal

Tetapi kesamaan motif tidak otomatis berarti kedua benda dibuat pada tempat, waktu, atau oleh tangan yang sama.

Setiap detail perlu dibaca seperti halaman sebuah buku lama: jenis batu, teknik pahat, bentuk ornamen, ikonografi, hingga lokasi pertama kali benda ditemukan.

Bukan sekadar soal Hindu-Buddha atau Islam

Yang membuat artefak ini semakin menarik adalah kemungkinan bahwa ia berada dalam konteks masa peralihan budaya Hindu-Buddha menuju Islam di Jawa.

Baca Juga: Jepara Siap Ubah Mulyoharjo dan Tahunan Menjadi Surga Wisata Ukir di 2026

Temuan lain dari Kriyan yang diberitakan pada Juni 2026 bahkan memperlihatkan ornamen dua sisi. Salah satunya menampilkan flora dengan sulur-suluran, sedangkan sisi lainnya dikaitkan dengan Kalabhairawa Tantra dari tradisi Hindu-Buddha.

Temuan semacam ini menunjukkan bahwa perubahan agama dan budaya di Jawa tidak selalu berlangsung dengan cara memutus seluruh tradisi sebelumnya. Sebagian bentuk seni, simbol, dan keterampilan justru dapat terus hidup dan mengalami perubahan makna.  

Hal itu menjadi konteks penting untuk memahami seni ukir Jepara.

Sebab, ukiran Jepara yang dikenal dunia saat ini bukanlah tradisi yang muncul begitu saja. Masjid Mantingan menjadi salah satu contoh penting bagaimana seni pahat batu, arsitektur, tradisi lokal, serta pengaruh budaya dari berbagai wilayah bertemu dalam satu karya.

Baca Juga: Jepara Siap Ubah Mulyoharjo dan Tahunan Menjadi Surga Wisata Ukir di 2026

Literatur tentang Ratu Kalinyamat juga mencatat sosok Sungging Badar Duwung sebagai tokoh yang dikaitkan dengan pengerjaan ukiran di Masjid Mantingan dan perkembangan keterampilan memahat batu di Jepara.  

Dengan kata lain, sejarah ukir Jepara mungkin menyimpan lapisan cerita yang jauh lebih tua dan kompleks daripada sekadar industri mebel yang kita kenal sekarang.

Halaman:

Tags

Terkini

Nicolas Maduro Ada Sanak Keluarga di Pulau Madura?

Selasa, 6 Januari 2026 | 14:09 WIB

Relativis

Selasa, 18 November 2025 | 10:05 WIB

Lyora : Ketika Rahim Menjadi Medan Juang dan Doa

Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:26 WIB

Kabar Baik, Anime Dandadan Season 2 Sudah Tayang

Minggu, 6 Juli 2025 | 03:21 WIB