Panturanetwork.com - Produksi kopi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif dan dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai komoditas ekspor unggulan. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong percepatan hilirisasi agar nilai tambah kopi tidak hanya berhenti di tingkat bahan mentah.
Menurut Heri, kopi Jawa Tengah memiliki karakter rasa dan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Kondisi geografis pegunungan dengan tanah vulkanik dinilai menjadi kekuatan utama penghasil kopi berkualitas di sejumlah daerah.
“Dengan pengelolaan yang serius, kita bisa menjadikan kopi Jateng sebagai penyumbang devisa yang penting bagi Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Temanggung masih menjadi sentra utama produksi kopi di Jawa Tengah. Pada 2024, produksi kopi di wilayah tersebut mencapai sekitar 9.000 ton dengan luas lahan tanam lebih dari 12.000 hektare.
Selain Temanggung, daerah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Karanganyar, Magelang, dan Kendal juga dikenal menghasilkan kopi dengan cita rasa khas dan kualitas premium.
Heri menilai peluang pasar kopi Jateng semakin terbuka lebar, terutama setelah sejumlah pelaku UMKM berhasil menembus pasar ekspor. Salah satunya pengiriman green bean kopi Temanggung ke Taiwan sebanyak 15 ton senilai Rp1,1 miliar pada akhir 2024, yang kemudian disusul ekspor tambahan 19 ton senilai Rp1,6 miliar pada awal 2025.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan sektor hilir agar keuntungan yang diperoleh petani dan pelaku usaha bisa lebih besar.
“Kita harus dorong hilirisasi secara masif. Jangan hanya jual biji mentah, tapi kita olah menjadi roasted bean, kopi bubuk dan produk turunan lainnya agar nilai tambahnya jauh lebih tinggi. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tegas Heri.
Di sisi lain, Heri mengakui pengembangan kopi di Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari produktivitas lahan, dampak perubahan iklim, akses permodalan, hingga penguatan branding produk kopi daerah.
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, potensi besar yang dimiliki Jawa Tengah harus diimbangi dengan strategi pengembangan yang serius dan berkelanjutan.
“Jawa Tengah memiliki segalanya, mulai dari lahan subur, petani yang ulet, hingga cita rasa kopi yang istimewa. Tinggal bagaimana kita semua bekerja keras dan cerdas untuk membawa kopi Jateng mendunia,” ujar Heri.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, hingga petani dapat memperkuat posisi kopi Jawa Tengah sebagai komoditas unggulan nasional.
“Kita perlu membangun komoditas ini (kopi) tidak hanya mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga meningkatkan taraf hidup ribuan petani kopi di pegunungan Jateng,” pungkasnya.