ekonomi

Sriboga Cetak Rekor LEPRID: 2.727 Mangkuk Mie Ayam Disantap Bersama di Semarang

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:46 WIB
Sriboga Cetak Rekor LEPRID: 2.727 Mangkuk Mie Ayam Disantap Bersama di Semarang

Semarang - Sriboga Festival 2026 mencatatkan sejarah dengan memecahkan Rekor LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) dalam kategori penyajian dan makan mie ayam terbanyak.

Sebanyak 2.727 mangkuk mie ayam dinikmati bersama masyarakat dalam satu momen di Jl. Menteri Supeno, Area Taman Indonesia Kaya, Semarang, Sabtu 31 Januari 2026.

Piagam penghargaan LEPRID diserahkan oleh GM LEPRID Fitricia Arisusanti kepada Presiden Direktur PT Sriboga Flour Mill, Naufal Arifin dan GM Commercial PT Sriboga Flour Mill Rike Sundari.

Ribuan mangkuk mie ayam tersaji serentak dan disantap bersama, menjadi puncak perhatian di hari pertama festival sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat di pusat Kota Semarang.

Presiden Direktur PT Sriboga Flour Mill, Naufal Arifin menjelaskan bahwa pemilihan mie ayam serta angka 2.727 memiliki makna khusus.

“Sebagai produsen tepung terigu, salah satu suplai terbesar kami memang untuk mie. Ini juga bentuk dukungan kami kepada UMKM, khususnya pedagang mie di Semarang. Angka 2.727 diambil dari usia Sriboga yang ke-27 tahun, menjadi simbol 27–27,” ujarnya.

Dalam pemecahan rekor tersebut digunakan sekitar 10 sak tepung terigu atau setara 250 kilogram, menggunakan produk khusus mie dari Sriboga.

Manager Marketing PT Sriboga Flour Mill, Maria Wuri, menambahkan bahwa pelaksanaan rekor ini melibatkan Paguyuban Koperasi Mi Semarang (Pakomis) yang merupakan salah satu UMKM binaan Sriboga. Secara keseluruhan, Sriboga membina lebih dari 3.000 UMKM yang bergerak di produk berbasis tepung, seperti mie, roti, bakpia, lumpia, dan lainnya.

Commercial Director PT Sriboga Flour Mill Fadjar Sofyar mengatakan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui pendampingan usaha, tetapi juga melalui program pendidikan.

Sriboga, kata dia, telah memberikan 125 beasiswa S1 kepada anak-anak pelaku UMKM binaan. Harapannya, mereka dapat tumbuh menjadi wirausaha baru di lingkungannya, memperkuat ekosistem usaha berbasis tepung terigu yang selama ini sangat dekat dengan masyarakat.

Pemecahan rekor ini bukan sekadar capaian angka, tetapi menunjukkan bagaimana kuliner rakyat mampu menjadi pemersatu lintas kalangan dan generasi. Capaian tersebut sekaligus menjadi momentum kebanggaan bagi Kota Semarang sebagai tuan rumah kegiatan berskala besar dengan partisipasi publik yang tinggi.

Sriboga Festival sendiri berlangsung selama dua hari, 31 Januari–1 Februari 2026, dengan berbagai agenda yang terbuka untuk masyarakat umum.*

 

Terkini