Mudik Tanpa Beban, Buruh Harian dan ART Terbantu Program Mudik Gratis Pemprov Jateng

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Senin, 16 Maret 2026 | 12:46 WIB
Mudik Tanpa Beban, Buruh Harian dan ART Terbantu Program Mudik Gratis Pemprov Jateng
Mudik Tanpa Beban, Buruh Harian dan ART Terbantu Program Mudik Gratis Pemprov Jateng

SEMARANG - Bagi sebagian perantau di Jakarta, ongkos mudik menjelang Lebaran sering menjadi beban besar. Namun program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah kegelisahan itu menjadi rasa lega. Dari buruh gudang hingga asisten rumah tangga, ribuan pekerja informal kini bisa pulang kampung tanpa memikirkan mahalnya biaya perjalanan.

Senyum Samino tampak lebar di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026). Di antara ratusan calon pemudik lain, buruh gudang harian itu bersiap menaiki bus yang akan membawanya pulang ke kampung halaman di Banyumas.

Bagi Samino, perjalanan pulang tahun ini terasa berbeda. Ia tidak lagi dibayangi kekhawatiran soal ongkos transportasi yang setiap tahun melonjak menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah sangat membantu, Mas. Saya orang kecil, kerja harian di gudang. Kalau kerja ya dapat, kalau tidak ya tidak,” katanya.

Sebagai buruh harian, penghasilannya tidak pernah pasti. Dalam kondisi ramai, ia bisa bekerja hingga lima hari dalam sepekan. Namun ketika pekerjaan sepi, ia hanya mendapat dua hingga tiga hari kerja.

Situasi itu membuat biaya mudik sering menjadi persoalan besar.

Jika harus membayar sendiri, Samino memperkirakan ongkos perjalanan menuju Banyumas bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per orang saat musim Lebaran.

“Kalau tidak ikut mudik gratis mungkin sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Dengan program ini jadi sangat hemat,” ujarnya.

Uang yang seharusnya digunakan untuk ongkos perjalanan, kata dia, kini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.

“Bisa buat belanja di rumah atau berbagi sedikit dengan keluarga di kampung,” tambahnya.

Samino bukan peserta baru. Tahun ini menjadi kali ketiga ia mengikuti program mudik gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Antusiasme serupa juga dirasakan Widya, seorang asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di Jakarta. Bersama beberapa rekannya, ia sudah tiga tahun berturut-turut memanfaatkan program tersebut.

“Sudah tiga kali ikut. Sangat membantu karena meringankan biaya mudik,” katanya.

Bagi Widya, ongkos perjalanan pulang kampung yang mencapai ratusan ribu rupiah cukup berat jika harus ditanggung sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X