Jatim dan Jateng Bertemu dalam Misi Dagang, Transaksi Capai Rp2,9 Triliun

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Kamis, 29 Januari 2026 | 18:14 WIB
Jatim dan Jateng Bertemu dalam Misi Dagang, Transaksi Capai Rp2,9 Triliun
Jatim dan Jateng Bertemu dalam Misi Dagang, Transaksi Capai Rp2,9 Triliun

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Misi Dagang dan Investasi di Jawa Tengah sebagai langkah memperkuat sinergi ekonomi antardaerah. Kegiatan yang berlangsung di PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026), mempertemukan 218 pelaku usaha dari kedua provinsi dalam forum temu bisnis (business matching).

Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang terbangun tercatat mencapai Rp2,9 triliun.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, merinci capaian tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur sebesar Rp2,658 triliun, pembelian dari Jawa Tengah Rp184 miliar, serta investasi Rp96 miliar di Jawa Tengah.

“Investasi ini salah satunya dilakukan oleh REI Jawa Timur untuk pengadaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jawa Tengah. Ini bagian dari dukungan program nasional, karena di Jawa Timur sebagian besar lahan sudah masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga pengembangan perumahan lebih memungkinkan dilakukan di Jateng,” ujar Khofifah saat doorstop media.

Baca Juga: Selama Ramadan, Bukit Mongkrang Ditutup Fokus Pemulihan Jalur dan Lingkungan

Komoditas yang diperdagangkan mencerminkan kekuatan sektor riil kedua daerah. Jawa Timur membeli kayu, telur ikan, cengkeh, dan tembakau dari Jawa Tengah. Sebaliknya, Jawa Timur memasok beras, kopi, daging ayam, serta fillet dori. Transaksi terbesar berasal dari sektor peternakan senilai Rp1,1 triliun dan perikanan Rp378 miliar.

Menurut Khofifah, misi dagang ini menjadi titik awal yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dua provinsi yang memiliki kedekatan geografis, historis, dan ekonomi.

“Jatim dan Jateng ini borderless. Tidak ada sekat untuk membangun sinergi yang lebih erat agar kita bisa tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh produk UMKM yang ditampilkan telah melalui kurasi oleh Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sehingga kualitasnya terjamin.

Sejumlah transaksi besar turut tercatat dalam forum tersebut, antara lain kerja sama penyediaan jagung lokal kuning sebanyak 1.800 ton antara PT Sidoagung Farm Magelang dan CV Ukirsari Jaya Agro Tuban, pembelian beras oleh Indomaret dan Indogrosir Jawa Tengah senilai Rp126,5 miliar, transaksi produk perikanan UD Dwi Manunggal Semarang senilai Rp142,8 miliar, industri hasil tembakau PT PSPM Semarang Rp192 miliar, serta kerja sama komoditas gula Rp105 miliar antara PT Indoacidatama Karanganyar dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas inisiasi Jawa Timur dalam memperkuat kerja sama perdagangan antarprovinsi.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua gubernur pada 25 Oktober lalu di Jawa Timur. Pemprov Jateng juga mengajak 35 kabupaten/kota untuk terlibat aktif.

Baca Juga: Kunjungan Gubernur Sherly ke PNM Perkuat Sinergi Pemberdayaan Perempuan

“Kami melihat ada transaksi yang nilainya Rp65 miliar bahkan lebih dari Rp100 miliar. Ini menunjukkan potensi ekonomi daerah sangat kuat jika dipertemukan seperti ini,” ujar Taj Yasin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X