Semarang - Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol Purn Drs Achmad Luthfi SH melalui Kabiro Hukum Sekda Provinsi Jawa Tengah Haerudin SH MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konferensi Kongres Advokad Indonesia (KAI) Daerah Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu (18–19/4/2026) di Villa BPR Bank Arto Moro, Bandungan, Kabupaten Semarang.
Achmad Luthfi menilai forum Konferda merupakan momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas profesi, serta mempererat rasa persaudaraan antaradvokad di Jawa Tengah.
“Tema yang diangkat, yaitu melalui Konferda kita tingkatkan rasa persaudaraan dan profesionalitas sesama anggota dalam mewujudkan advokad yang cadas, cerdas, dan berkelas, tentu memiliki makna yang sangat mendalam. Cadas mencerminkan keteguhan sikap dan keberanian dalam menegakkan keadilan. Cerdas menunjukkan kemampuan intelektual dan adaptasi terhadap perkembangan hukum. Serta berkelas menegaskan pentingnya etika, integritas, dan profesionalitas dalam menjalankan profesi advokad sebagai profesi yang officium nobile (profesi mulia),” ungkapnya dalam sambutan.
Sejak berdiri, KAI menurutnya telah menunjukkan komitmen dalam membangun organisasi yang menjunjung tinggi independensi, profesionalitas, dan akuntabilitas. Di tengah dinamika hukum yang semakin kompleks, peran advokad tidak hanya sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai penjaga keadilan dan penyeimbang dalam sistem peradilan.
“Kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya advokad, penegakan kode etik, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi hukum. Oleh karena itu, penguatan pendidikan profesi, peningkatan kapasitas berkelanjutan, serta pemanfaatan digitalisasi pelayanan hukum menjadi hal yang sangat penting untuk terus dilanjutkan,” pesan Achmad Luthfi.
Di akhir sambutan, Kabiro Hukum Haerudin SH MH mengajak kolaborasi antara KAI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pemberian bantuan hukum.
“Kebetulan kami di Provinsi Jateng ini punya program memberikan bantuan hukum kepada warga miskin. Tahun 2026 ini kami punya alokasi pendampingan kepada warga miskin sebanyak 340 orang. Maka saya kira tepat di forum ini kami sampaikan program ini kepada teman-teman di KAI,” ujar Haerudin.
Konferensi yang dihadiri Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat (DPP) KAI Adv Dr KP H Heru S Notonegoro SH MH CIL CRA ini menghasilkan susunan Presidium yang akan memimpin Kepengurusan Daerah KAI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026–2031.
Konferda berhasil menetapkan tujuh Presidium DPD KAI Jawa Tengah, terdiri dari Adv Dr Tukinu SH MHum MSi, Adv Sudarman SH MH CIL, Adv Ignatius Suroso Kuncoro SH MH, Adv Solekan SAg, Adv Beni Dwi Saputro SH MH, Adv Anisa Devy Ika Natalia SH, dan Adv Joko Sutrisno SH.
Adapun Dewan Penasehat terdiri dari Prof Dr Subiyakto SH MH, Dr H Sukawi Sutarip SH MH, Joko Sutikno SH MH, Prof Dr Ir Kesi Widjayanti SE MM, Prof Dr Ir Pulung Tantyo Andono ST MKom, dan Drs H Azhar Combo.
Dewan Kehormatan terdiri dari Susanto SH MM, Prof Dr Amir Junaidi, dan Rusman Sakiri H.
Susunan Presidium DPD KAI Jawa Tengah berikut Dewan Penasehat dan Dewan Kehormatan dikukuhkan oleh Ketua Presidium DPP KAI melalui Surat Keputusan No 04/Kept/DPP-KAI/IV/2026 yang ditandatangani Ketua Presidium DPP KAI, Adv Dr KP Heru S Notonegoro SH MH CIL CRA.
Heru S Notonegoro dalam sambutan menyampaikan bahwa terlaksananya Konferda KAI Jawa Tengah ini menunjukkan awal kebangkitan kembali KAI Jawa Tengah.
“Kebangkitan kembali ini tidak lain karena adanya support dari para advokad senior, seperti Prof Dr Subiyakto, Dr H Sukawi Sutarip SH MH, Brigjen Pol Purn Djoko Erwanto, serta banyak tokoh yang mendorong kami di Jawa Tengah. Oleh karena itu, kita semua harus dapat mengawal semangat ini agar tetap menyala dan tak pernah padam untuk melayani masyarakat. Konferda KAI Jawa Tengah ini sangat luar biasa karena juga dihadiri tiga Presidium DPP KAI, antara lain Adv Dr Umar Husin SH MH CLA CLI CIL CRA, Adv Muh Israq Mahmud CLA CIL, dan Bendahara Umum Adv Yaqutina Kusumawardani SH MH CIL,” ungkap Heru Notonegoro.