PANTURA NETWORK -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jepara terpilih, Ahmad Farid, menegaskan arah kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi internal.
Hal tersebut ia sampaikan usai Konferensi Cabang (Konfercab) III di Wisma Andani Jepara, Kamis (2/7/2026) malam.
Dalam pernyataannya, Farid menekankan bahwa fokus utama kepengurusannya ke depan adalah membangun kualitas kader melalui program-program yang berbasis intelektual dan ideologis.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Kader, GMNI Jateng Gelar TOT se-Jawa Bali
"Kami akan fokus pada penguatan kader, terutama di internal organisasi. Diskusi, bedah buku, dan kajian akan menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas kader," papar Farid ke sejumlah peserta Konfercab dan alumni GMNI.
Menurutnya, penguatan internal menjadi langkah strategis agar GMNI Jepara memiliki fondasi yang kokoh sebelum bergerak lebih luas di ranah eksternal. Ia menilai, kualitas kader yang matang akan menentukan arah dan dampak gerakan organisasi di tengah masyarakat.
Meski begitu, Farid juga menyebut, kegiatan eksternal tetap akan dijalankan, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi aktual masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar GMNI tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika sosial.
Baca Juga: Halal Bi Halal PDI Perjuangan Jepara, Andang Wahyu Triyanto : Bersinergi untuk 2029
"Untuk kegiatan eksternal, kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Yang terpenting, kader harus siap secara pemikiran dan gerakan," tegasnya.
Lebih lanjut, Penasehat Persatuan Alumni (PA) GMNI Jepara yang juga anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto, menegaskan pentingnya konsistensi ideologi dalam tubuh GMNI.
Ia menyebut organisasi ini harus tetap berada pada garis ideologi yang lurus dan menjadi ruang pembelajaran bagi kader sebelum terjun ke masyarakat luas.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Nilai Kritik Mahasiswa Penting untuk Kemajuan Daerah
"GMNI adalah candradimuka. Di sinilah kader belajar berorganisasi, memimpin diri sendiri, hingga mampu mengorganisir lingkungan," tutur Andang (sapaannya).
Bagi Andang, proses belajar dalam organisasi akan membentuk kapasitas kader sehingga mampu memberi warna positif di berbagai bidang, baik politik, sosial, maupun ekonomi, termasuk dalam gerakan koperasi.
Artikel Terkait
Aksi Demo Tolak Kenaikan PPN 12 Persen, Ratusan Mahasiswa Jepara Geruduk DPRD
Enam Poin Tuntutan Mahasiswa Jepara Tolak Tambang Ilegal, Nomor Lima Seret Pejabat
6 Materi TOT GMNI Jateng di Jepara, Apa Intinya?
Mahasiswa Semarang Antusias Belajar Pengelolaan Beras dan Ketahanan Pangan di Gudang Bulog Semarang
Wagub Taj Yasin: Ruang Publik Terbuka, Aspirasi Mahasiswa Akan Diperjuangkan