Ia mencontohkan pengembangan sistem pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis pada kebutuhan nyata warga.
“Inovasi sosial harus hadir untuk menjawab persoalan sehari-hari masyarakat desa, bukan sekadar konsep di atas kertas,” jelasnya.
Heri menegaskan bahwa upaya menjadikan desa sebagai pusat inovasi sosial dan ekonomi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Dengan kerja sama yang solid, desa bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat nyata bagi warganya dan berkontribusi pada kemajuan Jawa Tengah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Terbanyak Sumbang Warisan Budaya Takbenda Se-Indonesia, Jawa Tengah Raih Penghargaan Kementerian Budaya
Ahmad Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat
Haul KH Raden Asnawi, Taj Yasin: Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus
Wagub Taj Yasin: Ngopeni Nglakoni Harus Dirasakan Seluruh Masyarakat Desa
Indomie Hadirkan Hypeabis Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang, Angkat Cita Rasa Lokal ke Level Baru