Jejak Pulau Mandalika, Surga Tersembunyi di Ujung Utara Jepara

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Pesona Pulau Mandalika dari atas udara (Istimewa for Pantura Network )
Pesona Pulau Mandalika dari atas udara (Istimewa for Pantura Network )

Jepara -- Ketika mendengar nama Mandalika, sebagian besar orang akan langsung teringat pada kawasan wisata dan sirkuit balap internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, tahukah Anda bahwa Jepara juga memiliki sebuah Pulau Mandalika yang menyimpan keindahan alam, cerita rakyat, hingga jejak sejarah yang tak kalah menarik?

Pulau kecil yang berada di pesisir utara Kabupaten Jepara ini memang belum sepopuler Karimunjawa. Justru karena belum banyak tersentuh wisata massal, Pulau Mandalika menawarkan suasana yang masih alami dan tenang. Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan laut tanpa keramaian.

Pulau Mandalika terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, sekitar 30 menit perjalanan menggunakan perahu dari Dermaga Ujungwatu. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi hamparan Laut Jawa yang tenang dengan semilir angin laut yang menenangkan. Dari kejauhan, siluet Pulau Mandalika tampak berdiri kokoh dengan sebuah mercusuar menjulang tinggi di puncaknya.

Baca Juga: FAJAR 2026 Dongkrak Omzet UMKM, Jateng Percepat Penguatan Rantai Industri Halal

Mercusuar tersebut menjadi ikon Pulau Mandalika. Hingga kini, bangunan itu masih aktif berfungsi sebagai penanda jalur pelayaran di Laut Jawa dan berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Dari area sekitar mercusuar, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas yang membentang luas. Saat cuaca cerah, garis pantai Jepara hingga kawasan Benteng Portugis terlihat begitu jelas dari kejauhan.

Sesampainya di pulau, hamparan pasir putih langsung menyambut para pengunjung. Air lautnya yang jernih berpadu dengan batuan karang yang mengelilingi sebagian bibir pulau menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Ombak di kawasan ini relatif tenang sehingga cocok untuk sekadar bermain air, menikmati suasana, atau mengabadikan momen melalui kamera.

Namun, Pulau Mandalika bukan hanya tentang panorama alam. Pulau ini juga menyimpan cerita yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat sekitar. Konon, dahulu Pulau Mandalika merupakan bagian dari daratan Kecamatan Donorojo. Seiring berjalannya waktu, daratan tersebut terpisah oleh laut hingga akhirnya menjadi sebuah pulau.

Dari cerita tersebut berkembang sebuah mitos yang hingga kini masih sering diperbincangkan. Masyarakat percaya bahwa pasangan yang datang bersama ke Pulau Mandalika atau kawasan Benteng Portugis tidak akan memiliki hubungan yang bertahan lama. Benar atau tidaknya tentu tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun, kisah itu telah menjadi bagian dari folklore masyarakat pesisir Jepara dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang penasaran.

Baca Juga: Gereja JPCC Salurkan Susu Gratis untuk 360 Balita, Dukung Program Penurunan Stunting Jateng

Di balik cerita mistis yang melekat, Pulau Mandalika juga memiliki nilai sejarah dan religi. Di pulau ini terdapat makam Eyang Pathak Warak dan Sayyid Usman, yang dikenal sebagai salah satu murid Sunan Muria. Hingga sekarang, makam tersebut masih sering diziarahi masyarakat dari berbagai daerah. Perpaduan antara wisata alam dan wisata religi inilah yang menjadikan Pulau Mandalika memiliki karakter yang berbeda dibandingkan destinasi pantai lainnya di Jepara.

Tak jauh dari lokasi penyeberangan menuju Pulau Mandalika, berdiri Benteng Portugis yang menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kabupaten Jepara. Banyak wisatawan memilih mengunjungi kedua destinasi ini dalam satu perjalanan. Dari Benteng Portugis, panorama Pulau Mandalika terlihat begitu indah, terutama ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Cahaya jingga yang memantul di permukaan laut menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.

Meski menyimpan potensi wisata yang besar, Pulau Mandalika masih tergolong destinasi yang belum banyak terekspos. Justru di situlah daya tariknya. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang lebih tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sekaligus merasakan pengalaman menjelajahi salah satu sudut Jepara yang masih terjaga keasliannya.

Baca Juga: Harmoni Alam dan Manusia dalam Tradisi Umbul Dungo Wiwit Pari Desa Teluk Awur

Jepara memang dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi pesonanya tidak berhenti pada karya seni kayu semata. Kabupaten ini memiliki bentang alam yang luar biasa, mulai dari pegunungan, pantai, pulau-pulau kecil, hingga kekayaan sejarah dan budaya yang saling melengkapi. Pulau Mandalika menjadi salah satu bukti bahwa Jepara masih menyimpan banyak destinasi yang layak dijelajahi.

Bagi pencinta wisata alam, fotografi, sejarah, maupun religi, Pulau Mandalika menawarkan pengalaman yang lengkap. Sebuah pulau kecil di ujung utara Jepara yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan kisah-kisah yang terus hidup di tengah masyarakat. Dan mungkin, justru karena belum banyak dikenal, Pulau Mandalika tetap mampu mempertahankan pesona alaminya sebagai salah satu surga tersembunyi di pesisir utara Jawa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X