Siswa SMA Semarang Antusias Ikuti Eduwisata Bulog, Pelajari Rantai Pasok Pangan Nasional

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB
Siswa SMA Semarang Antusias Ikuti Eduwisata Bulog, Pelajari Rantai Pasok Pangan Nasional
Siswa SMA Semarang Antusias Ikuti Eduwisata Bulog, Pelajari Rantai Pasok Pangan Nasional

Semarang – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah terus memperkuat edukasi ketahanan pangan kepada generasi muda melalui program eduwisata. Kali ini, sebanyak 38 siswa SMAN 1 Semarang mengikuti kunjungan edukatif ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal dan Kompleks Pergudangan Palebon Semarang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar untuk memahami rantai pasok pangan, mulai dari penyerapan gabah kering panen, proses penggilingan, pengemasan, hingga distribusi dan penyimpanan beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menjelaskan bahwa program eduwisata ini merupakan inisiatif kantor pusat Bulog yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah mendekatkan kegiatan Bulog dalam pelaksanaan program serapan gabah dan beras untuk mendukung ketahanan pangan nasional kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Menurut Sri Muniati, pelibatan pelajar menjadi penting karena generasi muda dinilai rentan terhadap disinformasi. Melalui kegiatan ini, Bulog ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai kondisi ketahanan pangan nasional sekaligus mengenalkan peran lembaga dalam menjaga ketersediaan pangan.

Baca Juga: Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka wawasan siswa untuk melanjutkan pendidikan di bidang pangan, agribisnis, maupun manajemen logistik.

“Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan karena memberikan gambaran lengkap kepada siswa tentang industri pangan, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi dan penyimpanan,” jelasnya.

Selain di SPP Kendal dan Gudang Palebon, kegiatan serupa juga rutin dilakukan di Gudang Bulog Tambakaji Semarang yang menjadi lokasi praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Sri Muniati juga menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, dengan total sekitar 5 juta ton. Sementara itu, stok beras di Jawa Tengah tercatat sekitar 355 ribu ton.

“Ini kabar baik yang perlu diketahui masyarakat, bahwa stok beras kita sangat memadai, termasuk di Jawa Tengah,” katanya.

Baca Juga: Disdukcapil Jepara Buka Layanan Aktivasi IKD dan Pembaruan Data Kependudukan

Ia menambahkan, sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Pati, Blora, Jepara, Grobogan, serta wilayah Pantura seperti Tegal, Pemalang, Batang, dan Brebes masih menjadi sentra produksi gabah. Kondisi cuaca kemarau justru membuat kadar air gabah lebih rendah sehingga mempermudah proses pengolahan dan meningkatkan kualitas beras.

Meski demikian, Bulog tetap fokus menyerap gabah petani dari berbagai kondisi sebagai upaya menjaga ketersediaan stok beras pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X