Ia menyebut keramahan masyarakat serta keterlibatan anak-anak sekolah di sepanjang jalur memberi kesan mendalam.
“My experience, ini bagus sekali. Ada banyak anak-anak di sini, dan mereka pintar berbahasa Inggris,” ujarnya.
Xania mengaku sengaja menghabiskan enam hari untuk mengikuti rangkaian acara Interhash, sebagai bagian dari perjalanan liburannya selama satu bulan di Indonesia.
Interhash sendiri merupakan kegiatan olahraga nonkompetitif yang memadukan jalan santai, lari ringan, petualangan, dan interaksi sosial. Fokus utamanya bukan kecepatan, melainkan kebersamaan serta pengalaman menikmati suasana kota maupun alam.
Setelah kegiatan di Kota Magelang, rangkaian Prambanan Mendut Interhash 2026 akan berlanjut pada 9-10 Mei di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, serta kawasan Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.*