Dinamika atmosfer lainnya, lanjut Guswanto, yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitarnya.
Baca Juga: Kalender Jawa Januari 2023, Lengkap dengan Pasaran, Wuku dan Hari Baik
Dan fenomena lainnya yang signifikan, tambah dia, yakni terpantaunya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, dimana kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur.
"Kepada masyarakat, kami imbau untuk tidak panik tetapi tetap waspada, dan terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Pangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang," pungkasnya.***
Artikel Terkait
BMKG: Gempa 5.3 Magnitudo Guncang Maluku Tenggara Barat, Tidak Berpotensi Tsunamai
Prakiraan Cuaca Besok Wilayah Kebumen dan Sekitarnya Minggu, 25 Desember 2022
Prakiraan Cuaca Tegal, Minggu, 25 Desember 2022: Hujan Sedang Siang dan Sore Hari
Prakiraan Cuaca Jakarta, Minggu, 25 Desember 2022: Didominasi Hujan Ringan
Kalender Jawa Januari 2023, Lengkap dengan Pasaran, Wuku dan Hari Baik