Pantura Network.Com, JEPARA - Para pekerja seni campursari Kabupaten Jepara menyampaikan aksi massa yang menjurus anarkis, membakar dan menjarah gedung DPRD Kabupaten Jepara, mengganggu iklim pertunjukan campursari dan menghambat puluhan pekerja kehilangan pendapatan ekonomi, bahkan menganggur.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Pati Siap Buka Layanan di Karimunjawa
Banyak agenda manggung yang sudah terjadwal harus di batalkan, dampak aksi anarkis yang dimotori Mahasiswa berujung pembakaran dan penjarahan gedung DPRD Kabupaten Jepara, Sabtu (30/8/2025) malam.
Baca Juga: Tangis Haru Warnai Parenting Day, Anak-Anak Peserta Demo di Jepara Dikembalikan ke Pelukan Orang Tua
Pimpinan Orkes Campursari SEKAR GUMELAR, Duwok sralalallA yang terkenal dengan jargonnya 'Membela Yang Bayar' mengaku menerima keluhan dari anggotanya bahwa aksi ini berdampak pada bisnis mereka.
"Para pekerja seni campursari mengakui, aksi unjuk rasa sudah merugikan bisnis mereka dan dampaknya akan dirasakan juga oleh para pekerja sound system, para pekerja panggung, termasuk para pedagang UMKM yang berjualan.