Saat ini, pengembangan kawasan tersebut telah memasuki tahap realisasi dengan perluasan area dan masuknya perusahaan-perusahaan baru.
Data menunjukkan, hingga akhir 2025 akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp 187,05 triliun.
Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi telah menyentuh sekitar Rp 6 triliun atau dua pertiga dari target tahunan sebesar Rp 9 triliun.
Dampaknya tidak hanya terlihat dari nilai investasi. Hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Gareth, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki ekosistem investasi yang semakin kompetitif.
“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akan semakin menarik pada masa depan. Kami melihat Indonesia sebagai kawasan dengan prospek yang sangat kuat,” ujarnya.***