PAUD EMAS Segera Hadir di Jateng, Libatkan Masyarakat dan Angkat Budaya Lokal

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 17 Juli 2026 | 12:56 WIB
PAUD EMAS Segera Hadir di Jateng, Libatkan Masyarakat dan Angkat Budaya Lokal
PAUD EMAS Segera Hadir di Jateng, Libatkan Masyarakat dan Angkat Budaya Lokal

Selain itu, peserta didik juga akan memperoleh pembelajaran dasar yang mencakup literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni yang dikemas sesuai karakteristik anak usia dini.

Nawal menjelaskan, terdapat tiga keunggulan utama yang menjadi identitas PAUD Emas Jawa Tengah. Yakni penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan jati diri anak, serta pengembangan muatan lokal yang dipadukan dengan pembelajaran dasar sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

"Melalui PAUD Emas, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki fondasi literasi dan sains yang baik sejak usia dini," pungkasnya.

Sementara itu, dalam paparan yang disampaikan Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, S.Pd., M.Pd., dan sejumlah
pakar di rakor tersebut, PAUD Emas hadir sebagai jawaban nyata atas berbagai tantangan krusial aksesibilitas dan mutu pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dapodik per 30 Juni 2026, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah saat ini masih berada di kisaran 47,65% hingga 58,76%.

Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD Provinsi Jawa Tengah (Per Juni 2026), tercatat jumlah satuan sekolah sebanyak 27.700 sekolah. Jumlah pendidik/guru sebanyak 57.805 guru. Jumlah Siswa Terdaftar : 906.809 anak (terdiri dari TK: 559.903; KB: 265.853; TPA: 12.878; SPS: 68.175).

Di samping memperluas akses melalui program SEDULOR PAUD (Siji Deso, Loro PAUD), tantangan besar yang tengah diatasi adalah kualitas akademik pendidik. Saat ini baru sekitar 63,53% guru PAUD di Jawa Tengah yang memiliki kualifikasi akademik formal yang sesuai standar.

Di wilayah pedesaan, proporsi guru PAUD non-formal yang berlatar belakang S1/D3 masih berkisar antara 30% hingga 40%.

Disebutkan, salah satu keunikan utama dari PAUD EMAS adalah sifat kelembagaannya yang digerakkan sepenuhnya oleh komunitas akar rumput, seperti kader PKK, kader Posyandu, pengurus RW, dan tokoh masyarakat setempat. Untuk bangunan sekolah juga menggunakan balai RT/RW, rumah warga, atau fasilitas kampung, dan lainya.

Data menunjukkan, mayoritas mutlak penyelenggaraan PAUD di Jawa Tengah bertumpu pada inisiatif swadaya. Dimana sebesar 99,3% (27.486 satuan) berstatus swasta/masyarakat, sementara PAUD Negeri/formal hanya berkisar 0,7% (214 satuan).

Meskipun angka tersebut berada di atas rata-rata nasional, sebaran akses di lapangan belum merata secara optimal.
Kondisi inilah yang memicu lahirnya gerakan PAUD EMAS guna memastikan pemerataan layanan bagi seluruh anak.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X