Tak hanya menyuguhkan lintasan menantang di lereng Gunung Muria, penyelenggaraan tahun ini juga mengangkat tema "Hajatan Rahtawu". Peserta akan disambut dengan nuansa pesta kampung lengkap dengan kuliner khas, dekorasi tradisional, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam penyelenggaraan acara.
Menurut Yuda, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga, mulai dari penyediaan penginapan, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan operasional lainnya.
"Kami ingin melibatkan sebanyak-banyaknya warga sehingga warga tidak hanya menonton tapi juga terlibat langsung sehingga dampak ekonominya akan lebih terasa," katanya.
Baca Juga: Menko Polkam: Prajurit di Natuna Wajah Indonesia di Mata Negara Tetangga
Selain itu, panitia juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Seluruh peserta mendapat perlindungan asuransi, sementara panitia terus mengampanyekan prinsip safety first, termasuk mengingatkan peserta untuk menyesuaikan kategori lomba dengan kemampuan fisik masing-masing.***