Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program pemberian tali asih kepada para penghafal kitab suci sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang mendedikasikan diri dalam menjaga wahyu Allah.
Taj Yasin juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses belajar Al-Qur'an anak-anaknya. Menurutnya, keberhasilan seorang santri menghafal Al-Qur'an tidak lepas dari dukungan keluarga yang terus memantau dan mendorong perkembangan hafalan mereka.
"Jangan setelah diwisuda lalu dianggap selesai. Perjalanan masih panjang. Hafalan harus terus dijaga dan diperdalam. Orang tua juga perlu terus mendampingi dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya," pesannya.
Melalui program bisyarah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.***