Untuk komoditas minyak goreng Minyakita, realisasi penyerapan di wilayah Jawa Tengah telah mencapai 6.518 kiloliter atau sekitar 93 persen dari total kuota yang ditetapkan sebesar 7.001 kiloliter. Penyaluran Minyakita dilakukan melalui jaringan pengecer yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Saat ini terdapat 1.595 pengecer yang menyalurkan Minyakita, terdiri dari 670 pengecer di pasar tradisional, khususnya pasar yang menjadi lokasi pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), serta 925 pengecer yang berada di luar pasar tradisional.
Seluruh mitra pengecer diwajibkan menjual Minyakita sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter. Ketentuan ini diberlakukan guna memastikan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau dan stabil di pasaran.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga di pasar, BULOG juga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan serta Satgas Pangan di berbagai daerah untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan. Pemantauan tersebut dilakukan secara berkala guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan pasokan.
Dalam mekanisme distribusi Minyakita, BULOG menyalurkan sekitar 35 persen dari total alokasi DMO guna membantu menyeimbangkan pasokan di pasar. Sementara itu, sekitar 65 persen dari alokasi tersebut dikelola oleh distributor swasta yang turut berperan dalam memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat.
Selain memastikan kelancaran distribusi pangan, BULOG juga terus memperhatikan kondisi di lapangan, termasuk dampak dari bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah. Terkait dengan kejadian banjir yang sempat terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, BULOG memastikan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan stok pangan di gudang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana, BULOG juga telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah untuk kebutuhan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak. BULOG siap menyalurkan tambahan bantuan apabila diperlukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Secara nasional maupun daerah, BULOG bersama pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi, percepatan penyerapan produksi dalam negeri, optimalisasi cadangan pangan pemerintah, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.
Dengan kondisi stok yang kuat serta sistem distribusi yang terus diperkuat, BULOG memastikan bahwa ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap aman dan terjamin. Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tutup Direktur Utama BULOG.***
Artikel Terkait
Yayasan Al Fatihah Luncurkan Program AGUS, Distribusikan Mushaf Al-Qur’an dan Bantuan Gizi Santri
Komisi IX DPR RI Dorong Sinergi Pusat-Daerah Sukseskan Program MBG
Wagub Jateng Apresiasi Gerakan AGUS PBNU, Perkuat Gizi dan Literasi Al-Qur’an Santri
SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight, Teknologi Berbasis AI Untuk Akses Lebih Inklusif
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Sangat Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panik