PANTURA NETWORK -- Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, meskipun berbagai upaya penataan infrastruktur sudah dilakukan.
Data terbaru dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara menunjukkan, faktor utama kecelakaan bukan sekadar kondisi jalan, tapi lebih dominan pada rendahnya kesadaran berkendara dan kebutuhan edukasi keselamatan jalan oleh kepolisian dan masyarakat.
Sepanjang tahun 2024 tercatat 606 kasus kecelakaan, yang menyebabkan 101 orang meninggal dunia, 683 luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai Rp 730 juta.
Baca Juga: Hanya Hitungan Bulan, Jepara Menutup Tahun 2025 dengan Mulus
Namun pada tahun 2025 angka kecelakaan meningkat menjadi 771 peristiwa, disertai 14 korban meninggal dunia, 9 luka berat, dan 959 luka ringan, serta kerugian materiil melonjak tajam menjadi Rp 1,9 miliar.
Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso menegaskan, peningkatan angka kecelakaan didominasi dari masih rendahnya disiplin serta kesadaran berkendara di kalangan pengendara.
Berdasarkan hasil analisa Satlantas, sebagian besar kecelakaan adalah kecelakaan tunggal yang bermula dari kelalaian pengendara, termasuk kebiasaan memacu kendaraan melebihi batas kecepatan aman.
Baca Juga: Tingkatkan Mitigasi Kebencanaan, Wapalhi Unisnu Jepara Gelar PPGD
Pernyataan ini selaras dengan data nasional yang menunjukkan bahwa sekitar 94% kecelakaan lalu lintas di Indonesia disebabkan oleh faktor manusia, bukan kondisi jalan, menurut laporan Pusiknas Bareskrim Polri.
Polisi Tingkatkan Edukasi dan Kesadaran Berlalulintas
Merespon situasi ini, Satlantas Polres Jepara giat melaksanakan berbagai program edukasi keselamatan berkendara. Kegiatan tersebut mencakup, PROGRAM edukasi keselamatan jalan 'JATI UKIR', yang digelar di tempat umum untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan.
Kedua, Polres Jepara juga giat sosialisasi tertib lalu lintas melalui Operasi Zebra Candi 2025, dengan pembagian brosur, stiker, dan pamflet keselamatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Yamaha Classy HangoutDay Kudus, Touring Sekaligus Belajar Kopi
Terakhir, pengaturan lalu lintas di jam padat, serta pembinaan langsung di sekolah-sekolah dan komunitas pemuda untuk memperkuat budaya berkendara aman.
Kapolres Jepara menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran berlalu lintas yang baik. "Utamakan keselamatan di atas kecepatan. Kepolisian terus memperkuat edukasi demi mengurangi risiko kecelakaan," papar AKBP Erick Budi Santoso, belum lama ini.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut, Seorang Pemotor Tewas, Hendak Menyalip Truk dari Kiri Lalu Jatuh dan Tertabrak
Lagi Kecelakaan Terjadi di Jepara, Toyota Innova Adu Banteng Sepeda Motor Honda Beat di Jalan Raya Welahan -Gotri
Kecelakaan Maut di Jalan Jepara-Bangsri, Satu Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat
Polres Jepara Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program 'Aladin' di Operasi Zebra Candi 2025
Polres Jepara Edukasi 50 Pelajar SMK N 1 Pakis Aji soal Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Program "Polantas Menyapa"