Dari Bantuan Warga hingga Sodetan Sungai, Ini Aksi Cepat Pemprov Jateng Atasi Banjir Semarang dan Demak

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Senin, 27 Oktober 2025 | 21:01 WIB
Dari Bantuan Warga hingga Sodetan Sungai, Ini Aksi Cepat Pemprov Jateng Atasi Banjir Semarang dan Demak
Dari Bantuan Warga hingga Sodetan Sungai, Ini Aksi Cepat Pemprov Jateng Atasi Banjir Semarang dan Demak

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terjun langsung di hari ke-6 banjir yang melanda sejumlah wilayah di Semarang dan Demak. Namun secara kebijakan, keduanya telah hadir semenjak hari pertama banjir melanda, Rabu, 22 Oktober 2025.

Penyusutan genangan banjir salah satunya juga karena kebijakan keduanya yang langsung memerintahkan OPD terkait untuk bekerja. Selain menurunnya curah hujan di lokasi.

Pada Senin 27 Oktober 2025, pasangan pemenang Pilkada 2024 itu turun bersama. Bedanya, Ahmad Luthfi turun di Genuk (Semarang) dan Sayung (Demak). Adapun Taj Yasin Maimoen di Kali Sringin dan kali Tenggang, Kota Semarang.

Mereka mengecek sungai maupun jalan yang sesungguhnya "milik" Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Apa yang mereka lakukan? Keduanya langsung to the point untuk penyelesaian masalah. Gubernur Ahmad Luthfi setidaknya melakukan 3 hal di hari ini.

Pertama, penyerahan bantuan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan sebesar Rp 410.453.526 untuk korban banjir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Adapun bantuan tersebut terdiri dari logistik makanan dan non makanan, beras 2,5 ton, dan obat-obatan.

Kedua, ia memastikan bahwa upaya penanganan di lapangan berjalan optimal. pembuatan sodetan di Sungai Sayung di Kabupaten Demak sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi genangan air di Demak, tepatnya di kawasan industri Polytron. Perlu diketahui, titik ini juga menjadi genangan terarah saat rob melanda. Bahkan beberapa waktu lalu Menteri PUPR hadir langsung di lokasi.

“Sudah beberapa kali jalan ditinggikan, tapi ternyata tidak menyelesaikan persoalan. Karena itu kita cari terobosan baru dengan membuat sodetan yang mengalirkan air langsung ke sungai,” kata Gubernur Ahmad Luthfi.

Ketiga, Ahmad Luthfi meminta jajaranya segera melakukan rekayasa cuaca agar curah hujan menurun, sehingga penanganan banjir bisa lebih optimal.

Sementara itu, Wagub Taj Yasin meninjau situasi di rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang. Wagub ingin memastikan pompa-pompa berfungsi dengan baik dan air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan, Taj Yasin mengatakan kolam retensi tepatnya di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal karena sistem pembuangan air belum dilengkapi pompa.

“Kita segera koordinasi dengan Kementerian PU ya untuk mempercepat pengadaan pompa. Setelah itu, kita baru berupaya mencari pompanya, karena pompa milik Pemprov maupun BBWS, saat ini sudah difokuskan untuk menyedot air di darat agar bisa dibuang ke laut,” kata Taj Yasin.

Sebelum turun ke lokasi, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin sudah memerintahkan kepala OPD untuk mendampingi masyarakat. Solusi tentunya menjadi prioritas atas bencana yang sedang terjadi.

Misalnya, BPBD Jateng terjun semenjak hari pertama banjir. Bantuan logistik diturunkan, evakuasi bagi warga yang kena banjir juga dilakukan. BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan BPBD kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk pengadaan dapur umum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X