Al-Sharif dikenal sebagai salah satu dari sedikit jurnalis yang tetap bertahan di Gaza utara sejak pecahnya perang. Liputannya yang mendalam kerap menyoroti penderitaan warga sipil di tengah blokade dan serangan udara yang tiada henti.
Baca Juga: Diduga Korupsi Dana Representatif, Kejaksaan Tetapkan Dirut PDAM Jepara Sebagai Tersangka
Kematian Al-Sharif memicu gelombang kecaman internasional.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyebut pembunuhan ini sebagai serangan langsung terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi.
Baca Juga: Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Penangkapan Bupati Koltim Abdul Aziz Setelah Rakernas NasDem
“Anas adalah suara rakyat Gaza yang kini dibungkam dengan kekerasan,” tulis pernyataan resmi Al Jazeera.
Artikel Terkait
Mengenang 16 Tahun Wafatnya WS Rendra Sastrawan Burung Merak, Simbol Perlawanan
Omah Laut Bondo Jepara Menyambut HUT RI ke-80 Gelar Lomba Menerbangkan Layang-Layang Anak, Para Juri Pelayang Senior Mancanegara
GPM Serentak Digelar di 1.530 Titik Se-Kota Semarang, Warga Bisa Dapat Pangan Murah Dekat Rumah
Tepis Isu Kriminalisasi Pemanggilan Lima Penolak Tambang Sumberejo, Kasatreskrim Polres Jepara Tegas Belum Proses Hukum, Hanya Undangan Klarifikasi
Sekcam Keling Muhaimin Dukung Pariwisata Pantai Congok Kebo, Bersama Pelangi Jepara Gelar Jepara Mabar Layang-Layang