Peserta seleksi magang ke Jepang, Afif, menyatakan bersyukur sampai di tahap tes fisik. Dia mengatakan, tertarik bekerja ke Jepang agar bisa membahagiakan orang tua, dan mengumpulkan modal untuk bisnis.
“Harapannya pingin lulus semua, sampai ke Jakarta dan ke Jepang. Dari orang tua memberi semangat, jangan putus asa, juga jangan minder sama peserta lain. Tetap optimistis masuk ke tahap selanjutnya,” paparnya.
Peserta lain Ibad mengatakan, sebelum mengikuti seleksi, dia telah berlatih di Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK). Ibad berharap, dapat lolos seleksi dan bisa bekerja di Jepang.
“Alhamdulilah (tes fisik) lolos, besok wawancara. Persiapannya di LPK dua bulan, mulai dari fisik, matematika, dan wawancara. Harapannya dapat job yang nyaman, lingkungan kerja juga nyaman. Harapan dari orang tua, terutama untuk mengangkat derajat orang tua saya yang seorang buruh,” urai pemuda asal Pekalongan itu.
Seperti diketahui, Pemprov Jateng membuka seleksi magang ke Jepang 2025. Antusiasme program ini sangat tinggi, dari 461 pelamar, 340 orang hadir dan mengikuti seleksi sejak Senin (21/7/2025).
Sebelum lolos dan diberangkatkan ke Jepang, mereka harus melalui sejumlah tes. Meliputi, kemampuan logika, kesemaptaan hingga tes fisik, wawancara, dan kesehatan. Selain itu, mereka juga akan digembleng kemampuan berbahasa Jepang.