Harno percaya bahwa untuk bisa sukses, seseorang harus mengetahui semua aspek pekerjaan, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan.
"Hampir semuanya saya geluti. Yang pertama ya _nyambut gawe_ dan juga ingin mengetahui semuanya. _Penake, rekasane, ngerti_ semuanya," tambahnya.
Motivasi awal memang untuk bekerja, perlu totalitas, merasakan suka duka pekerjaan, dan menjadi profesional di pekerjaan, itulah prinsip Harno.
Bagi Harno, tambak garam ini adalah cerminan dari tekad dan kerja kerasnya. Ia ingin memahami setiap detail dari pengelolaan tambak, mulai dari proses produksi hingga tantangan sehari-hari yang dihadapi.
Selain dunia nelayan dan tambak. Harno menekuni bidang pertanian.
"Bidang pertanian sulitnya di mana saja enaknya di mana termasuk tambak garam enaknya di mana pahitnya di mana tahu semuanya," ujarnya.
Baca Juga: Dukungan Penuh untuk SSB Rembang: Menuju Kebangkitan Sepak Bola Lokal
Melihat Harno di tengah nelayan, orang melihat Harno sebagai seorang nelayan. Melihat Harno di tengah tambak garam, orang melihat sosok orang yang mengerti dunia tambak garam.
Harno juga menekankan pentingnya bisa mengatasi masalah dan memahami keluhan serta harapan orang-orang yang terlibat dalam usahanya. "Bisa mengatasi masalahnya semua saya paham tentang keluhan-keluhan dan harapan-harapan," tutur dia.
Dengan pemahaman ini, Harno berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Sementara itu, Ikhsan, yang telah mengelola tambak garam tersebut sejak sebelum menjadi milik Harno, memberikan pandangannya tentang pemilik tambak ini.
Baca Juga: Dukungan Penuh untuk SSB Rembang: Menuju Kebangkitan Sepak Bola Lokal
Ikhsan telah bekerja di tambak ini selama 4 tahun, dan ia mengenal Harno sebagai sosok yang merakyat dan perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya.
"Saya mengerjakan tambak Pak Harno sudah 4 tahun ini. Orangnya merakyat, penampilan sederhana, tahu orang kecil, perhatian sama pegawainya," kata Ikhsan.
Bagi Ikhsan, Harno bukan hanya seorang bos, ia juga rekan yang peduli dan mendukung.