nasional

HUT Ke-81 RI, Luthfi Tegaskan Kemerdekaan Harus Berdampak bagi Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50 WIB
HUT Ke-81 RI, Luthfi Tegaskan Kemerdekaan Harus Berdampak bagi Rakyat

Komitmen serupa dilakukan di sektor pendidikan. Pemprov Jateng setiap tahun menyediakan kuota sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu melalui program sekolah kemitraan.

Program tersebut diperkuat dengan keberadaan SMK Jateng serta 14 Sekolah Rakyat yang telah berdiri di Jawa Tengah.

Selain kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga mendorong penyediaan rumah layak huni serta penguatan ekonomi kerakyatan agar potensi ekonomi masyarakat di tingkat bawah dapat semakin produktif.

“Termasuk mengangkat terkait dengan rumah layak huni, kemudian ekonomi kerakyatan yang sekarang menjadi prioritas utama dari kita dalam rangka mengefektifkan potensi masyarakat di wilayah,” jelasnya.

Pesan tentang kemerdekaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat itu sejalan dengan harapan warga yang hadir di sekitar Lapangan Pancasila.

Sukarno (64), pedagang kaki lima asal Kebonharjo, Kota Semarang, memaknai kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Baginya, kemerdekaan juga berarti masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenteram, rukun, damai, dan memiliki ruang untuk mencari penghidupan.

Ia berharap pemerintah terus membenahi kondisi ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk bertahan dan berkembang.

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai. Kalau bagi kami para pedagang ini jangan diuyak-uyak karena cari uang sedang sulit,” ujarnya.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi, melainkan seberapa jauh kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagi pemerintah, momentum HUT ke-81 RI menjadi penegasan bahwa pembangunan Jawa Tengah harus terus bergerak dari angka menuju dampak. Di antaranya layanan dasar yang mudah dijangkau, infrastruktur yang memudahkan aktivitas warga, ekonomi yang membuka pekerjaan, serta kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup sejahtera.***

Halaman:

Terkini

Gus Rozin dan Kepemimpinan Empatik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:39 WIB