nasional

Talenta Muda Jateng Bersinar, Putri Wagub Raih Penghargaan Robotik Internasional

Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Talenta Muda Jateng Bersinar, Putri Wagub Raih Penghargaan Robotik Internasional

"Di perlombaan robot ini kita mengkalkulasi nilai. Kita mengumpulkan nilai dari beberapa misi yang dikerjakan oleh anak-anak," katanya.

Secara keseluruhan, terdapat 48 tim dari delapan negara yang berlaga pada divisi tersebut. Indonesia sendiri mengirimkan 11 tim di ajang yang berlangsung Minggu (9/8) itu.

"Di divisi lomba kami ada 11 tim dari Indonesia. Ada 11 tim termasuk kami, kami dua tim. Kemudian yang lainnya tersebar, ada yang dari Medan, ada yang dari Yogyakarta. Jadi memang kami dari seluruh Indonesia kumpul jadi satu di sana untuk berlomba bareng-bareng," ungkapnya.

Keberhasilan para siswa tersebut turut mendapat dukungan langsung dari orang tua. Taj Yasin Maimoen bersama istrinya yang juga hadir langsung memberi dukungan di Thailand mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih kontingen Indonesia.

"Alhamdulillah kita bersyukur. Yang pertama Indonesia ada kemajuan. Pada tahun 2025 yang diraih empat, hari ini kita ada tambahan emas lima dan perak dulu juga naik," kata Taj Yasin.

Ia juga mengapresiasi semakin banyaknya sekolah Indonesia yang mengikuti kompetisi internasional, termasuk sekolah di Jawa Tengah.

"Yang paling utama adalah keikutsertaan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, termasuk yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya adalah Isriati yang semula 2024-2025 ada 48, saat ini sudah menjadi 52, artinya ada kenaikan," ujarnya.

Menurut Taj Yasin, keikutsertaan siswa SD Hj Isriati Baiturrahman 1 dalam kompetisi internasional tersebut merupakan pengalaman penting karena menjadi tahun pertama sekolah mengikuti program skill yang digelar secara internasional.

"Dan saya senang sekolah Isriati ini tahun pertama mengikuti skill program yang diadakan oleh internasional dan keikutsertaan pada tahun pertama sudah menorehkan prestasi. Delegasi empat orang semuanya mendapatkan piala semuanya," katanya.

Ia berharap kemampuan anak-anak Jawa Tengah di bidang coding terus dikembangkan. Apalagi, pembelajaran coding juga mulai dikenalkan di berbagai jenjang pendidikan.

"Tahun-tahun ke depan Jawa Tengah akan semakin kita genjot. Kebetulan beberapa bulan kemarin Bunda PAUD Jawa Tengah juga sudah merangkul Rumah Edukasi untuk memberikan pembelajaran materi coding di tingkat PAUD," tuturnya.

Taj Yasin menilai pembelajaran coding tidak hanya memberikan kemampuan teknis kepada anak, tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama dan menyelesaikan persoalan.

Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji, turut mengapresiasi prestasi yang diraih para siswa tersebut.

Menurutnya, kompetisi internasional seperti WGM Competition memberikan pengalaman penting bagi anak-anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan.

"Ini bagi kita untuk penyiapan generasi terus yang handal itu antara lain seperti ini. Bagaimana kekompakan mereka, bagaimana kreativitas mereka, bagaimana tanggung jawab mereka, bagaimana mereka berkomunikasi dengan dunia," ujarnya.

Halaman:

Terkini

Gus Rozin dan Kepemimpinan Empatik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:39 WIB