Dalam acara itu, JAKER juga memberikan penghormatan kepada Wiji Thukul, penyair yang hingga kini belum ditemukan.
“Apresiasi tinggi untuk kawan Wiji Thukul. Kata-katamu akan selalu hidup, dan kita sudah 32 tahun, kawan!” ucap Annisa.
Ia menegaskan, seni bukan hanya tentang keindahan, melainkan juga tentang keberanian melawan ketertindasan.
“Karya seni yang jujur dan otentik mampu menggerakkan kalbu, menjadi suara perlawanan, sekaligus penyemangat rakyat untuk bangkit,” tambahnya.