Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berencana mengadakan dialog dengan para pengusaha dan eksportir untuk membahas dampak tarif ini dan mengeksplorasi pasar ekspor baru.
Baca Juga: Bupati Jepara Luncurkan Inovasi Digital pada HUT ke-476 Kabupaten Jepara
"Kami percaya pemerintah pusat akan mengambil langkah strategis untuk menjaga daya saing ekspor kita," ujarnya.
Negara-negara seperti Belgia, Inggris, Korea Selatan, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dan Australia menjadi pasar potensial.
"Kami mengajak masyarakat dan pengusaha untuk tidak panik. Kita akan segera bertemu dengan pelaku ekspor untuk merumuskan strategi menghadapi dinamika pasar global," tambahnya.
Baca Juga: Lebaran Ya Melawan, Langkah Aktivis Jepara Gempur Kebijakan UU TNI dan RUU Polri
Mas Wiwit tetap optimis bahwa furnitur Jepara masih memiliki daya saing di pasar AS.
"Tarif 32% ini masih lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Vietnam, yang dikenakan tarif 40%," ujarnya.