“Antusiasnya luar biasa. Banyak pekerja informal seperti penjahit, buruh, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang ikut,” kata Mardiyono.
Namun, menurutnya, jumlah kuota bus yang tersedia kerap belum mampu menampung seluruh peminat.
“Harapannya busnya bisa ditambah karena antreannya masih panjang,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Sugeng Afrianto dari Paguyuban Banjarnegara. Ia menyebut kenaikan harga tiket angkutan umum membuat minat masyarakat mengikuti program mudik gratis semakin tinggi.
“Antusiasnya ikut tinggi karena harga tiket juga naik. Banyak pekerja seperti driver, ojek online, pedagang yang bisa memanfaatkannya,” katanya. Karena itu, ia berharap jumlah armada pada tahun-tahun mendatang bisa ditambah agar lebih banyak perantau yang terbantu.
“Semoga ke depan bisa ditambah lagi karena peminatnya semakin banyak setiap tahunnya,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung melepas keberangkatan para pemudik. Ia berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan program Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah secara maksimal.
Program ini mengusung slogan “Jateng Mudik Gampang, Balik Tenang”, sebagai upaya memudahkan masyarakat pulang kampung sekaligus memastikan perjalanan kembali ke perantauan tetap aman dan nyaman.***
Artikel Terkait
325 Bus Siap Berangkat dari TMII, Program Mudik Gratis Jateng Layani 16 Ribu Warga
Ammy Amalia Resmi Plt Bupati, Pemprov Jateng Minta Layanan Masyarakat Tetap Optimal
Polres Demak Tangkap 3 Remaja Pelaku Pembacokan Saat Tawuran Perang Sarung di Mranggen, 3 Lainnya Buron
Asmaul Husna Al Mubdi'u dan Implementasinya
Mudik Gratis Jateng 2026: Cerita Para Sopir Bus yang Setia Mengantar Pemudik Pulang