Pemprov Jateng Gadang Hybrid Sea Wall Atasi Banjir Rob Demak

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 27 Juni 2025 | 02:06 WIB
Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemprov Jateng berupaya mengatasi banjir rob Demak. Langkahnya dengan membangun Hybrid Sea Wall, yang diperkirakan mulai berlangsung pada Oktober 2025.

 Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam rapat penanganan banjir rob yang berlangsung di ruang kerjanya pada Rabu, 25 Juni 2025.

Rapat ini melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Demak, serta dinas-dinas terkait.

Baca Juga: Malam Pangkreman, Makam Mantingan Jepara Dipenuhi Peziarah

Diskusi mendalam dilakukan untuk merumuskan pembagian tugas dan tanggung jawab, mulai dari pematangan rancangan desain hingga sosialisasi kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, finalisasi sudah ketemu. Insya Allah, pekerjaan fisik bisa dimulai pada Oktober 2025." ujar Taj Yasin.

Tahap awal, antara Juli dan September 2025, kata dia, akan dilakukan pematangan desain dan penentuan titik koordinat. Pemkab Demak akan bertugas melakukan sosialisasi kepada warga setempat.

Baca Juga: Istighosah Malam 1 Suro di Masjid Nurul Huda Dukuh Pule Desa Cepogo : Warga Berharap Berkah Dan Tolak Balak

Berangkat dari estimasi anggaran awal sebesar Rp 1,7 triliun, proyek ini diharapkan tidak hanya berlangsung dari Sayung, Demak, tapi juga Kecamatan Kedung, Jepara.

"Saya berharap pada tahun 2026, pekerjaan Hybrid Sea Wall bisa selesai dengan panjang sekitar 20-30 km. Semoga menjadi proyek multiyears yang memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan lebih teliti dan matang," lanjutnya.

Denny Nugroho Sugianto, perwakilan dari Tim Pengendalian Banjir dan Rob Jateng dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, menjelaskan bahwa konsep Hybrid Sea Wall merupakan langkah konkret kolaborasi antara Pemprov Jateng dan perguruan tinggi.

Baca Juga: PLN Hadir Untuk Rakyat, Perkuat Kapasitas Relawan Pesisir Lewat Pelatihan Water Rescue di Pantai Blebak

Sejak 2012, Undip telah melakukan riset di Timbulsloko, Sayung, untuk mengembangkan konsep ini, yang menggabungkan penggunaan beton ringan untuk menahan gelombang laut dan sedimentasi.

Proyek ini, lanjutnya, juga akan melibatkan penanaman mangrove di area sedimentasi, yang berfungsi sebagai perisai alami terhadap banjir.

"Konsep ini adalah perpaduan antara perlindungan pantai dan sungai," jelas Denny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X