Mandiri Investment Forum 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 11 Februari 2025 | 14:55 WIB
Mandiri Investment Forum 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia
Mandiri Investment Forum 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Jakarta – Bank Mandiri kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2025, forum investasi terbesar di Indonesia yang telah memasuki tahun ke-14 penyelenggaraannya. Tahun ini, MIF mengangkat tema “Nourishing Future Growth”, menyoroti strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global serta peluang investasi yang semakin berkembang.

Sebagai hasil kolaborasi antara Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, dengan dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM), MIF 2025 menghadirkan lebih dari 22.000 peserta, termasuk 700 lebih investor asing dari berbagai negara. Forum ini juga menjadi ajang diskusi strategis yang menghadirkan pembuat kebijakan, pakar global, serta pelaku industri untuk menggali potensi investasi di Indonesia.

Dalam sambutannya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa secara global dan domestik, banyak tantangan dihadapi Indonesia. Meski begitu, perekonomian Indonesia diperkirakan masih relatif stabil dan tumbuh tinggi dibanding negara lain. Kondisi global memang tidak mudah bagi sebagian besar negara, namun ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh walau masih dikisaran 5 persen.

Sepanjang tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan stabil di angkat 5,03 persen. Catatan Kementerian Keuangan, pada kuartal ke empat 2024, sempat turun diangka 5,02 persen.
Kondisi tersebut disebabkan ekspor yang melemah pada kuartal kedua dan kembali menguat pada kuartal ke empat tahun lalu.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi masih bisa dikendalikan dan negara Indonesia termasuk yang mengalami inflasi paling kecil dilihat secara global. Kelebihan lainnya adalah Indonesia berada di antara negara yang mampu membuat posisi fiskal terus membaik pasca pandemi. Negara Indonesia juga mengalami penurunan kemiskinan dan pengangguran.

Optimisme serupa juga disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo. Kementerian BUMN telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendukung Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Tidak hanya berorientasi kepada profit, perusahaan BUMN juga melakukan layanan publik yang luas" kata Kartiko.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan pentingnya peran sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Bank Mandiri terus berkomitmen untuk mendukung investasi di sektor-sektor strategis seperti pertanian, energi, telekomunikasi, serta industri makanan dan minuman di seluruh wilayah potensial Indonesia. Kami juga mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan akses layanan perbankan yang lebih luas melalui platform seperti Livin’ dan Kopra by Mandiri," ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (11/2).

MIF 2025 menjadi lebih strategis di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, seperti perlambatan pertumbuhan di negara maju, ketegangan geopolitik, serta perubahan kebijakan moneter di berbagai negara. Oleh karena itu, diskusi dalam forum ini akan menitikberatkan pada berbagai aspek ekonomi makro, termasuk stabilitas moneter, investasi sektor riil, dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Peluang Investasi dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sesi Macro Day yang berlangsung hari ini, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria, menjelaskan, Bank Mandiri turut mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi melalui berbagai program strategis. Salah satu terobosan terbaru dalam MIF 2025 adalah Business Matching "Energizing Private Sectors", yang mempertemukan investor dengan korporasi besar Indonesia di sektor energi, manufaktur, dan hilirisasi mineral.

Melalui sesi Business Matching ini, kami menargetkan percepatan investasi di lima sektor utama yang selaras dengan prioritas pemerintah, yaitu mineral mining & downstreaming, minyak & gas, manufaktur, energi terbarukan serta konstruksi dan infrastruktur dari 44 perusahaan dalam negeri dan luar negeri. 

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya akselerasi investasi di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Bank berlogo pita emas ini menambahkan, komitmen Bank Mandiri dalam membangun iklim investasi yang kondusif di Indonesia juga telah direalisasikan antara lain melalui kantor luar negeri (KLN) Bank Mandiri. Saat ini terdapat lima kantor luar negeri Bank Mandiri berada di Singapura, Hongkong, Shanghai (Tiongkok), Cayman Island, Dili (Timor Leste), dan dua kantor perusahaan anak di Kuala Lumpur (Malaysia) dan London (Inggris).

Keberadaan KLN Bank Mandiri telah berhasil melayani lebih dari 100 ribu nasabah korporasi dan ritel dengan beragam layanan keuangan untuk mendukung bisnis nasabah. Tak hanya memfasilitasi kepentingan korporasi Indonesia di luar negeri, kehadiran KLN Bank Mandiri ini juga berperan untuk menjembatani kebutuhan korporasi global yang telah ataupun akan berbisnis di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X