Standar Baru Film Indonesia, Pelangi di Mars Tampil dengan CGI dan VFX Modern

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:28 WIB
Standar Baru Film Indonesia, Pelangi di Mars Tampil dengan CGI dan VFX Modern
Standar Baru Film Indonesia, Pelangi di Mars Tampil dengan CGI dan VFX Modern

JAKARTA – Kehadiran film Pelangi di Mars menjadi penanda penting dalam perjalanan industri perfilman Indonesia. Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film ini dinilai sebagai karya bersejarah yang mendorong standar baru kemampuan filmmaking nasional, khususnya dalam penguasaan animasi, CGI, dan visual effects (VFX).

Di tengah dominasi film berbasis drama dan horor di pasar domestik, Pelangi di Mars hadir membawa pendekatan berbeda melalui genre fiksi ilmiah yang sarat eksplorasi visual. Tidak hanya berani dari sisi cerita, film ini juga menunjukkan keseriusan dalam membangun kualitas teknis yang selama ini menjadi tantangan industri film Indonesia.

Proyek yang dikembangkan selama hampir enam tahun ini menjadi ruang pembuktian bahwa sineas Indonesia mampu melampaui batasan konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi seperti extended reality (XR), tim produksi berhasil menghadirkan dunia futuristik dengan detail visual yang presisi dan imersif.

Produser Dendi Reynando menilai, Pelangi di Mars bukan sekadar karya sinema, tetapi juga pernyataan bahwa industri kreatif Indonesia siap naik kelas. Menurutnya, kualitas animasi, CGI, dan VFX dalam film ini menjadi pijakan baru yang dapat menginspirasi proyek-proyek selanjutnya.

“Selama ini kita sering melihat standar tinggi dari luar negeri. Melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa kita juga mampu menciptakan kualitas yang sama, bahkan dengan identitas kita sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Sosialisasi di Salaman Magelang, Vita Ervina Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Kunci Kesejahteraan Sosial

Hal senada disampaikan Upie Guava yang menyebut film ini sebagai langkah awal menuju transformasi industri film nasional. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi visual merupakan kunci untuk membawa cerita-cerita lokal ke panggung global.

Pelangi di Mars mengisahkan tentang Pelangi, anak pertama yang lahir di Planet Mars, yang menjadi simbol harapan dan keberanian generasi masa depan. Namun di balik kisah tersebut, tersimpan ambisi besar untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Dengan keterlibatan ratusan kreator dari berbagai bidang, film ini memadukan kekuatan narasi dan teknologi dalam satu kesatuan. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menetapkan tolok ukur baru bagi kualitas produksi film nasional.

Kehadiran Pelangi di Mars pun dipandang sebagai momentum penting—bukan hanya bagi penonton, tetapi juga bagi para pelaku industri. Film ini membuka peluang baru dalam eksplorasi genre, teknologi, dan skala produksi yang lebih besar di masa mendatang.

Baca Juga: Wagub Jateng Pastikan Pemudik Hidrosefalus Asal Sukoharjo Difasilitasi Khusus dan Diantar Hingga Sampai Rumah

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Lebaran, 18 Maret 2026, Pelangi di Mars hadir bukan sekadar sebagai film, melainkan sebagai simbol perubahan—sebuah langkah besar menuju masa depan filmmaking Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X