PANTURANETWORK.COM -- Hari ini, Kamis (20/02/2025), pelaksanaan Pelantikan bupati dan wakil bupati Tegal 2025- 2030 dan aksi mahasiswa BEM SI sangat menjadi perhatian publik.
Selamat dan sukses atas pelantikan Bupati Tegal mudah mudahan visi dan misi ekonomi kerakyatan perspektif santri atau pesantren akan menjadi kebijakan yang tepat di era peradaban menghadapi 5.0.
Kabupaten Tegal termasuk kategori kota tua dalam catatan peradaban sejarah perdagangan atau bisnis hal itu tercatat dalam sejarah jalur sutera sebelum VOC dan kolonial masuk ke Nusantara.
Hal itu, berpengaruh pada keberadaan dinamika ekonomi masyarakat kabupaten Tegal. Kurang lebih 31.000 jumlah yang besar angka santri dan santriwati mengutip dari data Pemda. Belum di tambah dengan alumni santri, atau santri Mudin, santri kalong dan sosial masyarakat umum kabupaten Tegal.
Itu kekayaan sumber daya manusia atau kekuatan pendidikan non formal yang menjadi kekuatan benteng peradaban masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pesantren sebagai pilar pendidikan sudah sangat tepat keberadaan dan fungsinya. Partipasi pesantren di era globalisasi 4.0 menjelang 5.0 sangat penting keberadaanya.
Pengusaha santri dengan gerakan pendidikan wirausaha sejak dini kepada santri sebagai cara untuk mendorong kemandirian dan mencetak sikap mental positif.
Dalam membumbikan visi misi ekonomi kerakyatan, masyarakat Pesantren sudah banyak memuaskan pendidikan atau keilmuwan wirausaha.
Ada banyak kurikulum pendidikan pesantren bebesis pertanian, pesantren berbasis ekonomi kerakyatan. Ada banyak hasil pertanian di sekeliling pesantren, ada banyak perputaran ekonomi di lingkungan pesantren. Ini bukti para ulama NU sudah lama sebelum bangsa ini berdiri sudah berkontribusi pada bangsa dan negara ini.
HIPSI (Himpunan pengusaha Santri Kabupaten Tegal) pada pelantikan Bupati dan Wakil bupati Tegal 2025- 2030, kembali ke pesantren dalam sejarah peradaban bangsa atau sejarah peradaban Islam khususnya, sudah bisa mewarnai dan partisipasi dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Ekonomi kerakyatan memang susah dilaksanakan, karena masih ada PR negeri ini yang kaya raya, namun masih ada ketimpangan. Yaitu masih banyak kemiskinan, potensi alam yang belum perlu di gali, peningkatkan fasilitas dan kesempatan produk dalam negeri untuk bersaing ke dunia global.
Saya yakin, pemerintah RI dengan adanya hari santri akan mewujudkan santri menjadi garda depan dalam kebijakan. Meminjam bahasa Gus Dur dalam 9 pemikiranya.
Salah satunya kearifan lokal, kearifan lokal kabupaten Tegal dengan kebudayaan dan segala kekayaan santri pastinya bisa menjadi modal masa depan.
Semoga, harapan visi misi bupati Tegal akan menjadi warna peradaban baru dan menjadi sebuah terobosan yang luar biasa. tentunya, partisipasi masyarakat dan stakeholder akan menjadi kekuatan pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur.***