Lyora berbeda, masih terlalu fokus pada sudut pandang perempuan -seolah reproduksi adalah tanggung jawab eksklusif istri. Karakter suami (Noer Fajrieansyah yang diperankan Darius Sinathrya) terlalu 'sempurna', tidak menunjukkan konflik internal justru mengurangi kedalaman cerita.
Syahdan, film Lyora: Penantian Buah Hati layak ditonton sebagai cermin perjuangan banyak pasangan infertil.
Film ini juga mengingatkan kita, di era perempuan punya hak untuk memilih -baik menjadi ibu melalui bayi tabung, mengadopsi, atau hidup child-free -sistem sosial dan kebijakan harus mendukung semua pilihan tersebut tanpa stigma.
Sampai kelupaan, saya memberi nilai pada film Lyora sebesar 7,5. Kurang 2,5 karena suaminya terlalu sabar -di dunia nyata, mana ada suami kayak gitu?
Muhammad Agung Prayoga (Kader PKC PMII Jawa Tengah)
Artikel Terkait
Kumpulan Quotes Menyentuh Tentang Sosok Ibu Dalam Film, Bikin Kamu Tambah Sayang Sama Ibu
3 Film Seru yang Wajib Kamu Tonton Untuk Menemani Malam Tahun Baru 2024
Fakta Unik Film 13 Bom Di Jakarta, Biayanya Melebihi Produksi Tiga Film, Sedang Tayang Di Bioskop
Sinopsis Film 13 Bom Di Jakarta, Film Yang Memakai Bom Asli Saat Produksi, Tayang 28 Desember Di Bioskop
4 Film Indonesia Yang Bergenre Aksi, Nomor 3 Paling Mahal Biaya Produksinya, Cek Di Sini