Shinta juga menyoroti kontribusi sektor industri pengolahan yang mencapai sekitar 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah serta semakin kuatnya keterhubungan daerah ini dengan pasar global melalui peningkatan aktivitas ekspor dan investasi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus Apindo Jawa Tengah yang baru dilantik. Ia berharap sinergi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melibatkan serikat pekerja dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi di Jawa Tengah berjalan dengan baik. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, keberadaan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pertumbuhan investasi dan industri, terutama sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut didukung oleh sektor manufaktur yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah akan terus meningkat. Komitmen para pelaku usaha dan tenaga kerja yang ada di Jawa Tengah menjadi salah satu kekuatan utama dalam menarik investasi,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai wilayah, termasuk membuka peluang pengembangan kawasan industri baru di wilayah selatan Jawa Tengah guna menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Potensi wilayah selatan sangat besar. Ke depan kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi merata di seluruh wilayah Jawa Tengah,” pungkasnya.***