Berkat kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Baznas, angka kemiskinan Jawa Tengah disebut turun dari 9,48 persen menjadi 9,39 persen. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat 5,37 persen, di atas rata-rata nasional.
“Kita keroyok kemiskinan dari desa sampai provinsi. Tidak boleh terus berada di kategori miskin atau miskin ekstrem,” kata Ahmad Luthfi.
Salah satu penerima bantuan, Kholidah, pedagang bubur, mengaku bersyukur atas tambahan modal tersebut. Ia berharap usahanya semakin berkembang dan kelak bisa menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.
“Alhamdulillah bersyukur banget dengan bantuan dari Baznas. Harapannya usaha lebih maju dan bantuan ini untuk modal,” ujarnya.*