ekonomi

Bencana Datang Bertubi, Luthfi–Yasin Jaga Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:02 WIB
Bencana Datang Bertubi, Luthfi–Yasin Jaga Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat di tingkat kalangan bawah. Pada Agustus 2025, sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes dinyatakan lulus dari data kemiskinan dan tidak lagi menerima bantuan sosial. Salah satunya, Setia Puji, yang mengembangkan usaha bakso keliling hingga mampu mandiri secara ekonomi.

Ia mengaku sempat tidak memiliki penghasilan usai kembali merantau dari Jakarta. Ia lantas bertekad mengembangkan usaha bakso keliling. Kini usahanya semakin berkembang dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Akan tetapi motivasi saya adalah bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih baik,” ujarnya.

Upaya menggenjot investasi dan memperkuat kolaborasi juga mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengapresiasi upaya kolaborasi dan kerja sama yang dilakukan Gubernur Ahmad Luthfi dalam membangun daerahnya, khususnya dalam upaya menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan investasi.

Luhut menilai Jawa Tengah menjadi salah satu magnet investasi karena kepemimpinan yang membuka ruang kerja sama luas dengan berbagai pihak. Bahkan banyak investor yang senang berinvestasi di Jawa Tengah.

Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meraih sedikitnya 40 penghargaan dari berbagai lembaga. Namun Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan akhir.

“Penghargaan adalah pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya,” ujarnya.

Bagi Luthfi, membangun Jawa Tengah adalah proses ngopeni atau merawat secara berkelanjutan. “Masih ada lubang yang harus kita tambal bersama. Kolaborasi tidak boleh berhenti, karena tugas melayani rakyat adalah amanah yang tidak ada ujungnya,” katanya.*

Halaman:

Terkini