“Akun-akun sudah terdistribusi sampai kabupaten dan desa. Updating data menjadi lebih baik, dan seluruh progres penanganan RTLH dapat dimonitor setiap saat secara real time,” jelasnya.
Ke depan, terang Boedyo, data Simperum juga akan diintegrasikan dengan aplikasi Klinik PKP milik Kementerian PKP. Dengan integrasi ini, seluruh tahapan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pembangunan rumah, akan termonitor langsung oleh pemerintah pusat.
“Kami berharap sinergi ini menguntungkan semua pihak, mempercepat penanganan RTLH, serta memperkuat basis data perumahan yang valid dan akuntabel,” pungkas Boedyo.**