“Kita sadar sepenuhnya bahwa RSI Sultan Agung Semarang bisa maju, bisa berkembang tidak lepas dari kolaborasi dengan media,” katanya.Arif berkata dalam waktu dekat RSISA Semarang akan mengembangkan layanan stem cell.
“Prof. Agung Putra sebagai Direktur utama kami adalah profesor kedokteran dibidang layanan stem cell dan hal ini kita akan mengajukan sebagai rumah sakit stem cell yang resmi ke pengadilan kesehatan untuk bagaimana kita bisa menjangkau lebih luas layanan stem cell nya,” pungkasnya dr. Arif.
Baca Juga: Bulog Jateng Jaga Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng Tetap Terkendali, Stok Sangat Tercukupi
Stem cell menurut dr. Arif merupakan sel induk yang belum memiliki takdir untuk menjadi sel-sel yang lebih spesifik. Melalui layanan stem cell, pasien dengan organ tubuh yang terganggu seperti sel yang ada pada nyeri sendi atau diabetes akan dapat diperbaiki kembali.
Selain stem cell, target RSISA Semarang yang akan berkembang ditahun ini adalah layanan Radioterapi.
“Radioterapi salah salah satu tata laksana penanganan kanker, yang dulu dengan pembedahan, kemoterapi sekarang dapat dilakukan penyinaran, dengan dilakukan penyinaran sel-sel kanker yang sudah berkembang bisa menjadi hilang atau bahkan mengecil,” imbuhnya.
Layanan Radioterapi merupakan layanan yang sangat kompleks sehingga tidak semua rumah sakit memiliki karena berkaitan dengan penggunaan energi nuklir.
“Karena menggunakan nuklir tentu saja kita harus memiliki ahli, alhamdulilah kita memiliki dr. Agung sebagai spesialis radiasi onkologi dan kita harus memiliki bunker untuk mencegah supaya radiasi tidak kemana-mana,” ungkap dr. Arif.
Pembangunan bunker tersebut nantinya akan bersamaan dengan pembangunan gedung baru. Selain itu, ada juga layanan Laser Hemoroid bagi penderita wasir.