Apabila seluruh fasilitas tersebut beroperasi penuh, diproyeksikan mampu melayani 3,44 juta penerima manfaat sekaligus menyerap sekitar 68 ribu tenaga kerja.
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan ketahanan pangan menjadi fondasi utama keberlangsungan sebuah negara.
“Kita harus bekerja keras supaya semuanya aman, tertib, dan lancar. Aman dan tertib suatu negara sangat ditentukan oleh pangan,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, BUMN, hingga TNI dan Polri yang terlibat langsung di lapangan.
Ia pun mengapresiasi kontribusi Polri dalam penguatan sektor pangan nasional, termasuk pembangunan gudang ketahanan pangan dan operasionalisasi SPPG di berbagai daerah.
“Saya melihat peran Polri luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung target produksi pangan tahun 2026.
Pada sektor pertanian, target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan realisasi triwulan I mencapai 3,35 juta ton. Untuk jagung, dari target 3,7 juta ton, realisasi pada triwulan I mencapai 1,38 juta ton.
Di sektor peternakan, target produksi daging mencapai 942,4 ribu ton dengan realisasi 245,7 ribu ton pada triwulan I 2026. Produksi susu ditargetkan 76,6 ribu ton dengan capaian 17,9 ribu ton, sedangkan produksi telur ditargetkan 917,8 ribu ton dengan realisasi 218,2 ribu ton.
Hingga awal April 2026, sejumlah indikator produksi pangan di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Produksi padi telah mencapai 4,16 juta ton GKG atau sekitar 39,48 persen dari target tahunan. Sementara produksi jagung mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen dari target 3,7 juta ton.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026. Mulai dari bantuan benih dan sarana produksi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpipaan, hingga modernisasi pertanian melalui distribusi alat dan mesin pertanian.
Pemerintah juga memperkuat perlindungan petani melalui program asuransi usaha tani padi seluas 10.449 hektare, asuransi tembakau 10.000 hektare, serta subsidi suku bunga bagi ratusan paket pembiayaan petani.***