“Semarang punya potensi besar, penggemarnya banyak, dan secara geografis berada di tengah Pulau Jawa sehingga mudah dijangkau,” katanya.
Harga koleksi yang dipamerkan pun bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung kelangkaan dan kondisi barang.
Salah satu pengunjung asal Pekalongan, Hadiwibowo, mengaku tertarik mengoleksi uang kertas lama karena memiliki nilai sejarah dan nostalgia masa kecil.
“Saya beli uang kertas kuno pecahan Rp1.000, Rp500, sampai Rp100. Jadi teringat waktu kecil dulu dipakai beli jajan, bakso, dan permen,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Gubernur Luthfi Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Tambang Perusak Lingkungan
Solusi Bangun Indonesia Perluas Kemitraan Strategis Bersama PWI dan Insan Pers Jateng
Hari Bumi, Taj Yasin Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Jaga Lingkungan Berkelanjutan
HUT ke-61, PGN Perkuat Resiliensi dan Infrastruktur untuk Ketahanan Energi Nasional
Ahmad Luthfi Apresiasi Reklamasi Tambang Andesit di Bawen Semarang yang Libatkan Masyarakat