Ia mencontohkan pengembangan sistem pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis pada kebutuhan nyata warga.
“Inovasi sosial harus hadir untuk menjawab persoalan sehari-hari masyarakat desa, bukan sekadar konsep di atas kertas,” jelasnya.
Heri menegaskan bahwa upaya menjadikan desa sebagai pusat inovasi sosial dan ekonomi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Dengan kerja sama yang solid, desa bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat nyata bagi warganya dan berkontribusi pada kemajuan Jawa Tengah,” pungkasnya.