Setiap sekolah melakukan seleksi internal sebelum mengirimkan atlet terbaik mereka. Sistem ini memastikan kompetisi berjalan objektif dan terbuka.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Puji Sembiz, Minta Daerah di Jateng Ikuti Langkah Semarang
"Semua sekolah melakukan seleksi internal. Kompetisi ini sangat terbuka, semua atlet punya kesempatan yang sama," tambah dia.
Fokus utama Pengcab bukan sekadar memperebutkan podium, tetapi menyiapkan bibit unggul untuk level provinsi, nasional, hingga internasional.
Setelah POPDA 2025 berakhir, Pengcab memastikan program pembinaan tidak berhenti. Mereka bakal fokus dalam peningkatan fasilitas lapangan, penguatan pengurus harian, roadshow ke SD, SMP, dan SMA, bantuan peralatan seperti boka dan bosi untuk sekolah.
Agus Sutisna berharap langkah ini dapat memperluas regenerasi atlet sekaligus mempertahankan prestasi Jepara di kancah yang lebih tinggi.
Dalam penutupan acara, Ketua DPRD Jepara menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme para peserta serta kesiapan penyelenggaraan POPDA.
"Melihat jumlah peserta, fasilitas, serta prestasi 6 medali yang sudah diraih, saya yakin perkembangan pétanque Jepara ke depan semakin cerah. Tinggal terus kita perkuat pembinaannya," pungkasnya.