PANTURA NETWORK -- Karimunjawa segera menjadi destinasi unggulan bagi pecinta olahraga ekstrem, khususnya skydiving.
Mulai Mei 2025, KISA (Karimunjawa Skydiving and Adventure) akan membuka pusat skydiving di Bandara Dewandaru, menawarkan pengalaman terjun payung dengan pesawat Kodiak 100.
Capt. Muhammad Hariti, Direktur Utama KISA Paracenter, menyatakan bahwa ini adalah kesempatan unik bagi para pencari adrenalin untuk menikmati keindahan Karimunjawa dari langit.
Baca Juga: Pemprov Jateng Fasilitasi Balik Rantau Gratis, Ribuan Perantau Diuntungkan
"Ini adalah peluang emas bagi pecinta olahraga ekstrem," ujarnya, Jumat (11/4/25).
Karimunjawa dikenal dengan pantai berpasir putih dan terumbu karang yang mempesona. Dalam dekade terakhir, pulau ini berkembang pesat menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia, didukung keramahan penduduk lokal yang menjadikannya tempat liburan yang sempurna.
Skydiving, aktivitas melompat dari pesawat dan menggunakan payung untuk mengontrol kecepatan jatuh, kini menjadi daya tarik baru di Karimunjawa.
Baca Juga: Nunggak Pajak 10 Tahun, Warga Jateng Manfaatkan Program Pemutihan Kendaraan
Meski skydiving sering dianggap menakutkan dan mahal, biaya di Indonesia jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tempat lain seperti Dubai. Di Dubai, skydiving dapat mencapai Rp 7 juta, sementara di Karimunjawa hanya Rp 750.000.
KISA Paracenter menawarkan berbagai paket skydiving, mulai dari terjun rekreatif hingga pelatihan tim nasional dan internasional, didukung peralatan dan fasilitas lengkap.
Karimunjawa kini menjadi surga bagi pecinta olahraga ekstrem yang ingin memompa adrenalin sambil menikmati eksotisme alam yang luar biasa.