Dengan kedatangan Rakhmatzoda, Persijap kini memiliki tujuh pemain asing dalam komposisi awal skuad musim 2026/2027.
Persijap juga memperkuat skuad dengan pemain lokal. Dua nama yang baru diperkenalkan adalah Ahmad Wadil dan Tegar Infantrie.
Ahmad Wadil merupakan pemain sayap muda yang musim lalu berada di Malut United dan sempat menjalani masa peminjaman bersama PSMS Medan. Sementara Tegar Infantrie merupakan gelandang yang sebelumnya memperkuat Persita Tangerang sebelum menjalani masa peminjaman di PSIS Semarang pada putaran kedua musim lalu.
Kehadiran keduanya cukup penting karena perjalanan panjang dalam sebuah kompetisi tidak hanya membutuhkan pemain bintang, tetapi juga kedalaman skuad. Persijap tentu membutuhkan banyak opsi ketika menghadapi jadwal pertandingan yang padat, cedera, akumulasi kartu, hingga kebutuhan taktik yang berbeda-beda.
Baca Juga: Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil
Dari “Senyap” Menjadi Sibuk
Menariknya, perjalanan Persijap menuju musim baru ini memang cukup unik.
Pada pertengahan Juli, ketika sejumlah klub lain sudah mulai melakukan aktivitas persiapan, Persijap masih terlihat sangat tenang. Bahkan saat itu belum ada satu pun pemain baru yang diumumkan secara resmi. Kondisi tersebut sempat membuat suporter bertanya-tanya mengenai arah klub menghadapi musim berikutnya.
Namun, ketenangan tersebut ternyata bukan berarti tidak ada pekerjaan di balik layar. Manajemen menyebut mereka sedang mempersiapkan pemain-pemain baru. Jawaban tersebut akhirnya mulai terlihat pada pertengahan Agustus ketika Persijap secara beruntun mengumumkan pelatih dan para pemain anyar.
Kini, pekerjaan terbesar justru baru dimulai. Persijap harus menyatukan pemain dari berbagai negara, karakter permainan, pengalaman, dan latar belakang sepak bola yang berbeda dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi beberapa pemain asing yang didatangkan merupakan pemain yang belum pernah berkarier di Indonesia sebelumnya.
Baca Juga: 81 Tahun Jateng, Capaian Bertambah, Harapan Terus Tumbuh
Artinya, bukan hanya soal kualitas individu. Adaptasi terhadap cuaca, kultur sepak bola Indonesia, karakter pertandingan, perjalanan tandang, hingga chemistry antarpemain akan menjadi pekerjaan rumah Juan Cortes dan tim kepelatihan.
Musim Baru, Ekspektasi Baru
Musim lalu Persijap sudah mendapatkan pengalaman berharga sebagai tim yang baru kembali ke kasta tertinggi. Mereka tahu betapa beratnya kompetisi di level tersebut. Karena itu, musim 2026/2027 seharusnya tidak lagi sekadar tentang bagaimana bertahan.
Dengan wajah baru, pelatih baru, dan komposisi pemain yang lebih internasional, Persijap punya kesempatan untuk membangun identitas baru.