news

Pelantikan Pengurus INTI, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Keberagaman Perekat Bangsa

Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:03 WIB
Pelantikan Pengurus INTI, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Keberagaman Perekat Bangsa

JAKARTA - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) resmi melantik jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Masa Bakti 2026-2030, dalam seremoni kebangsaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim sekaligus Ketua Dewan Penasehat INTI, Hashim Djojohadikusumo, turut hadir dalam acara tersebut.

Hadir pula Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Anggota DPD RI Yorrys Raweyai, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, serta Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Narendra Jatna. Kehadiran para pejabat negara itu menunjukkan kuatnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan dunia usaha dalam memperkuat pembangunan nasional berbasis kolaborasi.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menekankan, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengisahkan hasil tes DNA yang pernah dijalaninya bersama Presiden Prabowo Subianto pada 2023.

"Kejutannya adalah kami ada genetika India. Pak Prabowo dan saya keturunan India, namun juga ada darah Tionghoa," ujar Hashim.

Menurut Hashim, temuan tersebut semakin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Tetapi tetap dipersatukan dalam identitas sebagai bangsa Indonesia.

Hashim juga menyampaikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar kritik tetap disampaikan secara konstruktif dan tidak mengarah pada tindakan yang melanggar hukum.

"Pemerintah Prabowo dan Gibran itu sangat terbuka. Kalau ada kritik silakan, enggak ada masalah. Kritik itu selalu baik kalau membangun, tetapi kritik jangan menjadi kekerasan, jangan jadi makar," tegasnya.

Ia mengaku mendengar adanya kekhawatiran dari sejumlah investor luar negeri mengenai iklim investasi di Indonesia. Menurut Hashim, persepsi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keraguan terhadap komitmen pemerintah dalam mendukung dunia usaha.

"Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, Hongkong, juga kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang punya investasi di Indonesia, seolah-olah ada kecemasan bahwa pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha," kata Hashim.

Sementara itu, Ketua Umum INTI Indra Wahidin mengatakan, kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga semangat kebangsaan sekaligus memperluas kontribusi organisasi di berbagai sektor strategis.

Menurutnya, INTI harus terus menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, UUd 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Indra menegaskan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Tema Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri, bukan hanya slogan organisasi, tetapi komitmen seluruh pengurus untuk bekerja nyata.

"Memperkuat persatuan nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan tagline kepengurusan kali ini Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen," ujar Indra Wahidin.

Halaman:

Terkini