news

FAJAR 2026 Dongkrak Omzet UMKM, Jateng Percepat Penguatan Rantai Industri Halal

Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:02 WIB
FAJAR 2026 Dongkrak Omzet UMKM, Jateng Percepat Penguatan Rantai Industri Halal

Harapannya, ketika sisi permintaan dan penawaran sama-sama tumbuh, ekonomi syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Jawa Tengah sekaligus mendukung program pariwisata ramah muslim yang tengah disiapkan pemerintah provinsi.

"Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah," katanya.

Dampak penyelenggaraan Fajar juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang mengaku rutin mengikuti festival tersebut selama empat tahun terakhir karena efektif memperluas pasar.

Ia mengatakan, pada hari biasa penjualan produknya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Namun dengan melihat ramainnya pengunjung, omzet hariannya bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.

"Festival seperti ini sangat membantu UMKM karena produk kami semakin dikenal masyarakat," ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Aris Agung Nugroho, pelaku usaha Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara. Ia mengaku telah empat kali mengikuti FAJAR untuk memperkenalkan minuman khas daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami berharap event seperti ini terus berlanjut," katanya.

Pada penyelenggaraan tahun kedelapan ini, FAJAR menghadirkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah Inspirational Talk yang menghadirkan pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah untuk berbagi praktik terbaik dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Jawa Tengah.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi area Halal Experience yang menampilkan 18 tenant kuliner dan sembilan stan edukasi. Di dalamnya terdapat Halal Value Chain Hub yang menyediakan layanan konsultasi hingga pendampingan pengurusan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan Financial Hub yang menyediakan berbagai layanan konsultasi keuangan, mulai dari perlindungan konsumen, layanan jasa keuangan, aplikasi pembukuan SIAPIK, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, hingga edukasi dari Bank Indonesia. Festival turut dilengkapi Sustainable Hub yang mengangkat tema fesyen berkelanjutan.

Festival Jawa Tengah Syariah 2026 berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi puncak rangkaian Road to Festival Jawa sebelum berlanjut ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober mendatang.***

Halaman:

Terkini