news

Dari Jagung hingga Wisata Religi, Lahan Tidur di Banjarnegara Dikembangkan Terpadu

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:06 WIB
Dari Jagung hingga Wisata Religi, Lahan Tidur di Banjarnegara Dikembangkan Terpadu

Ke depan, kawasan itu akan dikembangkan sebagai Agro Eduwisata Religi yang memadukan pertanian, peternakan, perkebunan, edukasi, dan kegiatan keagamaan, termasuk fasilitas manasik haji.

Ketua SGN Pusat, KH Muhammad Chamzah Hasan atau Gus Chamzah, mengatakan, gagasan pemberdayaan santri melalui sektor pertanian berawal dari arahan Wagub Taj Yasin agar SGN hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama Indonesia Power mengelola lahan seluas 57 hektare yang akan dimanfaatkan secara bertahap bersama kelompok tani.

"Santri Gayeng berada di depan sebagai fasilitator, tetapi yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat, terutama kelompok tani. Dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Himawan Wahyu, menjelaskan, kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan, hingga wisata edukasi.

Selain jagung, kawasan itu juga ditanami padi, cabai, kembang kol, dan terong. Dari sektor kehutanan ditanam pohon multipurpose seperti durian dan alpukat, sementara sektor peternakan dikembangkan melalui budidaya kambing dengan sistem silvopastura sehingga limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Menurut Himawan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan dukungan pengembangan jagung seluas 3.200 hektare pada 2026 sebagai bagian dari program swasembada jagung, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.***

Halaman:

Terkini