Dari Jagung hingga Wisata Religi, Lahan Tidur di Banjarnegara Dikembangkan Terpadu

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Rabu, 15 Juli 2026 | 07:06 WIB
Dari Jagung hingga Wisata Religi, Lahan Tidur di Banjarnegara Dikembangkan Terpadu
Dari Jagung hingga Wisata Religi, Lahan Tidur di Banjarnegara Dikembangkan Terpadu

BANJARNEGARA - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung pemanfaatan lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Lahan milik Indonesia Power tersebut dikelola melalui kolaborasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) bersama kelompok tani. Pemanfaatannya ditandai dengan penanaman jagung bersama, Selasa, 14 Juli 2026.

Ke depan, kawasan itu akan dikembangkan menjadi pertanian terpadu sekaligus Agro Eduwisata Religi.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin mengatakan, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif dan pemberdayaan masyarakat.

"Pemerintah memberikan peluang kepada masyarakat khususnya kelompok tani, untuk sesuai dengan perintah Presiden terkait ketahanan pangan," katanya.

Menurutnya, kerja sama antara SGN, kelompok tani, dan Indonesia Power tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian seperti jagung. Tetapi juga mengembangkan hortikultura, perikanan, hingga peternakan. Model tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Gus Yasin menilai keterlibatan SGN menjadi bukti bahwa pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam pembangunan masyarakat.

Selain menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, lanjut dia, pesantren juga mampu menjadi fasilitator pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian.

"Inilah bentuk pemberdayaan pesantren. Bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan saja, tetapi juga pergerakan pertanian dan ekonomi," kata Panglima SGN tersebut.

Ia menambahkan, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung jagung nasional. Pada 2025, produksi jagung mencapai 3,721 juta ton atau menyumbang sekitar 17,02 persen terhadap produksi nasional.

Capaian itu akan terus ditingkatkan melalui perluasan areal tanam dan kolaborasi dengan kelompok tani, kalangan santri, serta berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, penguatan produksi jagung menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kalau ketahanan pangan itu kita siap, ekonomi enggak bisa digoyang, enggak bisa diintervensi oleh negara manapun," tegasnya.

Selain meningkatkan produksi pangan, pengembangan kawasan tersebut juga mengedepankan aspek konservasi lingkungan. Pepohonan besar tetap dipertahankan sehingga aktivitas pertanian berjalan tanpa merusak ekosistem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X