news

Gubernur Luthfi Minta Bank Jateng Permudah Kredit, 4,9 Juta UMKM Berpeluang Berkembang

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:27 WIB
Gubernur Luthfi Minta Bank Jateng Permudah Kredit, 4,9 Juta UMKM Berpeluang Berkembang

KARANGANYAR - Jutaan pelaku usaha mikro di Jawa Tengah berpeluang memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha rakyat, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi hingga tingkat desa.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meminta Bank Jateng memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan jumlah pelaku usaha mikro mencapai sekitar 4,9 juta unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, kemudahan akses modal dinilai menjadi kunci agar usaha mikro dapat berkembang dan naik kelas.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, peran strategis Bank Jateng sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus kontributor pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, bank milik daerah tersebut didorong lebih agresif menyalurkan pembiayaan produktif, khususnya kepada pelaku UMKM.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026 Bank Jateng di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/6/2026).

“Bank Jateng adalah salah satu kontributor untuk menaikkan PAD dan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Mereka punya akses permodalan sampai tingkat kabupaten, bahkan desa,” kata Luthfi.

Menurut dia, sektor usaha mikro menjadi fondasi penting perekonomian Jawa Tengah karena jumlah pelakunya sangat besar dan tersebar hingga pelosok daerah.

Oleh sebab itu, akses pembiayaan perlu diperluas dan dipermudah agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh modal untuk mengembangkan usahanya.

Luthfi menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro.

“Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar dan berada di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah, termasuk dengan bunga KUR rendah, sekitar 6 persen,” ujarnya.

Ia berharap dukungan permodalan yang semakin mudah akan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang menjadi usaha kecil, kemudian naik menjadi usaha menengah.

“Dengan begitu, ekonomi akan tumbuh. Dari mikro itulah nanti berkembang menjadi kecil, kemudian menengah,” katanya.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jateng, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno selaku Komisaris Bank Jateng, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng Urip Sihabuddin, Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jateng Agus Prasutio, serta para pimpinan cabang dan kepala divisi Bank Jateng.

Halaman:

Terkini