news

Hanya Hitungan Bulan, Jepara Menutup Tahun 2025 dengan Mulus

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:06 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah proyek strategis daerah yang tengah dikerjakan, Selasa (7/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Republik ini, kita sering disuguhi janji yang lebih licin daripada aspal baru selesai digilas. Jalan mulus dalam kata, tapi bergelombang dalam kenyataan. Untungnya, Jepara memilih jalur lain. Alih-alih menambah koleksi slogan, Jepara justru memilih menambah koleksi pekerjaan yang benar-benar dikerjakan.

Tampuk kursi kepemimpinan duduk Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Ibnu Hajar, dua orang yang tampaknya memahami satu hal sederhana yang sering dilupakan, jalan itu bukan cuma urusan beton dan aspal, tetapi urusan perut, urusan sekolah anak, urusan masa depan ekonomi, dan urusan martabat daerah. Maka lahirlah visi yang sekarang masyhur itu, 'Jepara Mulus.'

Bukan mulus di baliho, tapi mulus di kaki warga. Tidak sekadar mulus di pidato, melainkan mulus di suspensi motor petani. Itu bedanya.

Baca Juga: Tingkatkan Mitigasi Kebencanaan, Wapalhi Unisnu Jepara Gelar PPGD

Dulu, sebagian warga Jepara barangkali lebih ahli menghafal posisi lubang jalan dibandingkan hafal jadwal acara televisi. Jalan berlubang adalah cobaan, tapi juga latihan kesabaran. Truk industri mebel melintas dengan hati-hati, petani membawa hasil panen sambil berdoa ban tidak pecah, dan wisatawan kadang berpikir dua kali untuk datang kembali.

Infrastruktur saat itu adalah soal nasib. Dan kehidupan yang terlalu sering diuji oleh lubang, lama-lama butuh jawaban lebih serius selain sekadar, "Nanti juga diperbaiki."

'Jepara Mulus' Menjadi Kerja, Bukan Basa-basi

Namun, kini cerita berubah karena data bicara dan proyek berjalan. 88,18% jalan di Kabupaten Jepara sudah oke. Bukan dongeng. Dari 854,027 km jalan, kini 753,109 km berada dalam kondisi baik. Ini angka yang lahir dari kerja panjang.

Baca Juga: Yamaha Classy HangoutDay Kudus, Touring Sekaligus Belajar Kopi

Selanjutnya, APBD 2025 sebesar Rp 40 Miliar peruntukkan Infrastruktur. Anggaran ini sudah dipastikan menjadi pembangunan dan rehabilitasi jalan, drainase, jembatan, hingga pemeliharaan rutin yang sering dianggap remeh, tapi justru vital.

Belum cukup? Tenang. Ada Pinjaman Daerah Rp 86 Miliar, Banprov Rp 14,5 Miliar, serta dukungan provinsi -/+ Rp 37 Miliar. Ini adalah langkah 'menambal ketertinggalan.'

Di perbatasan Jepara–Demak, Rp 5,8 miliar digelontorkan. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk membangun beton sepanjang 1.605,5 meter, saluran 225,6 meter, gorong-gorong 9 meter.

Baca Juga: Pompa Tenaga Surya Jadi Langkah Awal Atasi Rob di Pesisir Demak

Berpindah di Banyuputih - Pendosawalan, jembatan senilai Rp 3,58 miliar telah mencapai 88,64 % progres fisik - sebuah angka yang bagi warga adalah kabar gembira.

Belum lagi Rp 81 miliar untuk irigasi. Petani pun tersenyum. Sebab infrastruktur selain fokus pada kendaraan, tapi juga memperhatikan bagimana jalan air untuk kehidupan.

Halaman:

Tags

Terkini